|
Hak Cipta 1996 CSPI Dicetak ulang/diambil dari
Nutrition Action Healthletter
(1875 Connecticut Ave., N.W., Suite 300, Washington DC 20009-5728. $24.00 untuk 10 isu.)
Sepuluh Alasan Untuk Lebih Banyak Makan
Seperti Seorang VegetarianTeks: Bonnie Liebman (Asal dalam bahasa Inggris)
Semakin terbukti bahwa diet yang paling sehat sarat dengan
makanan nabati (sayur-sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan) dan
sedikit makanan hewani (daging, ikan, unggas, dan susu), khususnya
yang tinggi kandungan lemaknya.
“Diet yang kaya buah-buahan dan sayur-sayuran memainkan peranan
dalam mengurangi risiko semua penyebab utama penyakit dan kematian,”
kata Walter Willet, Kepala Bagian Nutrisi di Sekolah Kesehatan Umum
Harvard.
Bagi kebanyakan orang, vegetarian adalah sebuah kata yang
terlalu berat. Vegetarian mengacu kepada orang
yang tidak pernah makan daging, ikan, atau unggas demi alasan etika,
agama, atau kesehatan. Sedangkan untuk para vegan, mereka juga menghindari semua produk susu
dan telur. Tetapi, para ilmuwan lebih tertarik tentang berapa sering
-bukan apakah- orang mengonsumsi makanan hewani. Dan banyak
penelitian mereka menunjuk pada kesimpulan yang sama: orang seharusnya
mengkonsumsi lebih sedikit makanan hewani dan lebih banyak makanan
nabati, terutama buah-buahan dan sayur-sayuran. Mengapa? Inilah sepuluh
alasan – beberapa berhubungan dengan kesehatan, beberapa tidak.
- Kanker
“Dasar ilmiah dengan cukup kuat
menyatakan bahwa buah-buahan dan
sayur-sayuran adalah unsur pelindung untuk semua kanker pencernaan dan
semua kanker yang berhubungan dengan merokok,” kata Tim Byers, profesor
Obat Pencegahan di Pusat Ilmiah Kesehatan Universitas Colorado di
Denver. Termasuk di dalamnya kanker paru-paru, usus besar,
lambung, mulut, pangkal tenggorokan, kerongkongan, dan kandung
kemih. Dan penelitian terakhir menemukan bahwa lycopene – karotenoid
dalam tomat dan saus tomat – dapat memberikan perlindungan terhadap
kanker prostat.
Tidak jelas bagaimana buah-buahan dan sayur-sayuran dapat
mengurangi risiko kanker. Mungkin kandungan Phytochemical-nya –
sesuatu seperti karotenoid, vitamin C dan E, selenium, indole,
flavonoid, phenol, dan limonene.
Ada juga bukti bahwa biji-bijian
berserat-tinggi seperti kulit
gandum dapat mengurangi risiko kanker. “Serat mempunyai pengaruh
yang baik dalam mencegah kanker usus besar,” kata David Jenkins,
seorang ahli serat di Universitas Toronto. Dan pasta, beras, dan
biji-bijian lain dapat menggantikan makanan hewani – daging merah, pada
khususnya – yang dapat menambah risiko beberapa jenis kanker.
“Para pria yang mengonsumsi daging merah sebagai makanan utama
lima kali atau lebih dalam seminggu mempunyai risiko terkena kanker
usus besar empat kali lebih besar daripada mereka yang mengonsumsi daging merah kurang dari
sekali dalam sebulan,” kata Edward Giovannucci dari Sekolah Medis
Havard. Mereka yang banyak mengonsumsi daging merah juga dua
kali kemungkinan terkena kanker prostat dalam penelitiannya terhadap
50.000 pria ahli kesehatan.
Itu baru satu penelitian. Melihat yang lain, kata Lawrence Kushi
dari Universitas Minnesota, “bukti begitu nyata bahwa daging merah
diasosiasikan dengan risiko lebih tinggi terkena kanker usus besar
– kemungkinan prostat”.
Bahkan daging merah tidak berlemak dapat menambah risiko
kanker usus besar. “Mungkin karsinogen yang terbentuk ketika daging
dimasak atau kandungan zat besi yang tinggi pada daging, atau sesuatu
yang lain dalam daging,” Willett berspekulasi.
- Penyakit jantung
Diet nabati dengan mengonsumsi banyak buah-buahan dan
sayur-sayuran dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Selama 20 tahun
terakhir, ahli jantung telah menekankan pengurangan konsumsi lemak
jenuh dan kolesterol, tetapi tumbuh-tumbuhan dapat melindungi jantung
dalam berbagai cara lain. Diantaranya:
* Serat yang Bersifat Mudah Larut: "Untuk mengurangi
risiko penyakit jantung, Anda mungkin ingin makan lebih banyak
kacang-kacangan, buncis, gandum, dan barley,” kata Jenkins, karena
serat mereka yang bersifat mudah larutnya dan “lengket”, kelihatannya membantu
menurunkan kolesterol darah.
* Asam Folik: "Bukti bahwa asam folik mengurangi risiko
penyakit jantung adalah cukup kuat,” kata Willett. Asam folik,
suatu jenis vitamin B, menurunkan kandungan asam amino berbahaya pada
darah yang disebut homocysteine. “Dan buah-buahan serta sayur-sayuran
adalah sumber utama asam folik,” dia menambahkan.
* Antioksidan: bukti yang semakin kuat menyatakan bahwa
kolesterol LDL (“buruk”) merusak pembuluh darah hanya ketika
teroksidasi (terkombinasi dengan oksigen). Itulah mengapa para peneliti
percaya bahwa antioksidan seperti vitamin E bisa melindungi jantung.
Dan banyak phytochemical dalam buah-buahan dan sayur-sayuran adalah
antioksidan.
* Mengurangi Lemak Jenuh:
jika Anda mengonsumsi banyak makanan nabati, akan ada lebih sedikit
tempat untuk lemak jenuh binatang yang menyumbat pembuluh darah.
- Stroke (Serangan otak yang biasanya disertai kelumpuhan)
Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa buah-buahan dan
sayur-sayuran bermanfaat untuk mengurangi risiko terkena stroke,”
Willett berkata. Sebagai contoh, dalam penelitian selama 20 tahun
terhadap 832 pria umur paruh-baya, risiko stroke 22 persen lebih rendah
untuk setiap tiga hidangan buah-buahan dan sayur-sayuran yang mereka
makan setiap hari. Sekali lagi, tak seorang pun yakin jika potassium,
magnesium, dan serat atau komponen lain dari buah-buahan dan
sayur-sayuran yang mencegah penyumbatan pembuluh darah di dalam otak.
- Diverticulosis dan Sembelit
Biji-bijian berserat tinggi – terutama kulit gandum – dapat
membantu mencegah sembelit. Itu bukan hal sepele di negara seperti AS
yang menghabiskan jutaan dolar setahun untuk obat untuk melancarkan
buang air besar.
Diverticulosis juga umum. Kira-kira 30 sampai 40 persen orang
yang berumur di atas 50 tahun mengalaminya. Yang lain mengalami
pendarahan, sembelit, diare, gas dalam perut, nyeri, atau
diverticulisis (saat kantung – atau diverticula – yang terbentuk dalam
dinding usus besar menjadi meradang).
“Dalam penelitian kami, jelaslah bahwa serat dari kulit gandum
dan dari buah-buahan serta sayur-sayuran bersifat melindungi,” kata
Willett. Mereka yang makan sedikit serat (13 gram atau kurang
dalam sehari) mempunyai kemungkinan dua kali lebih besar terkena diverticulosis daripada
mereka yang makan banyak serat (sedikitnya 32 gram serat dalam
sehari).
- Penyakit-penyakit yang lain
Diet nabati dapat mencegah penyakit-penyakit lain:
* Degenerasi makula: karotenoid yang disebut lutein – yang
kebanyakan ditemukan dalam daun hijau – dapat membantu mencegah
kerusakan retina yang menyebabkan kebutaan pada orang-orang
berusia lanjut. “Dalam penelitian kami, orang yang makan bayam
atau collard hijau dua sampai empat kali seminggu mempunyai setengah risiko degenerasi makula dibandingkan dengan mereka yang
makan kurang dari sekali dalam sebulan,” kata Johanna Seddon dari
Sekolah Obat Harvard.
* Kerusakan pembuluh saraf: Suplemen asam folik dapat mengurangi
risiko spina bifida dan kerusakan pembuluh saraf lainnya. Asam
folik dari makanan (kebanyakan buah-buahan dan sayur-sayuran) bisa juga
mengurangi risiko tersebut.
* Kencing Manis: “Kami menemukan risiko yang lebih rendah dari
penyakit kencing manis pada orang dewasa yang makan lebih banyak biji-bijian,” Willett berkata.
- Makanan yang lebih aman
Beberapa penyakit paling mematikan yang disebabkan oleh
makanan memasuki tubuh melalui makanan hewani. “Daging sapi merupakan
sumber paling banyak dari E. Coli 0157:H7. Unggas membawa Salmonella
dan Campylobacter, dan konsumsi kerang mentah telah menyebabkan infeksi
Vibrio vulnificus,” kata David Swerdlow dari Pusat Pengendali Penyakit
di Atlanta.
Makanan mentah apa saja – termasuk buah-buahan dan sayur-sayuran
– bisa membawa bakteri berbahaya. “Sebagai contoh, wabah salmonella
baru-baru ini telah dikaitkan dengan belewah, tomat, dan kecambah
alfalfa,” kata Swerdlow. Tetapi daging, hidangan laut, dan unggas
adalah merupakan penyebab utama dalam hal penyakit karena makanan.
- Lingkungan
“Kebiasaan makan kita berpengaruh besar pada planet Bumi,” kata
Jenkins. “Mengonsumsi daging binatang tidak akan membahayakan
lingkungan jika dilakukan pada skala yang lebih kecil,” jelas Alan
Durning, Direktur Pengawas Lingkungan Barat Laut di Seattle.
“Produksi daging modern melibatkan pemakaian yang intensif – dan
sering salah guna – dari biji-bijian, air, energi, dan ladang ternak,”
kata Durning. Dia menyebutkan contoh-contoh berikut ini:
* Polusi air: pupuk dan pembuangan kotoran dari tempat
penyimpanan ternak, peternakan ayam, dan fasilitas pemberian makanan
lain kepada ternak dapat menyebabkan polusi persediaan air.
* Polusi udara: tiga puluh juta ton methane – gas yang
menimbulkan pemanasan global – berasal dari pupuk di dalam kolam
pembuangan kotoran atau penimbunan.
* Pengikisan tanah: hampir 40 persen produksi biji-bijian dunia
– dan lebih dari 70 persen di AS – diberi makan kepada ternak. Untuk
setiap pon (=setengah kilogram) daging, unggas, telur, dan susu yang
kita produksi, ladang pertanian kehilangan kira-kira lima pon permukaan
tanah.
* Penipisan persediaan air: diperkirakan setengah dari
padi-padian dan jerami yang diberikan sebagai makanan untuk ternak sapi
ditanam di tanah yang dialiri air. Dibutuhkan kira-kira 390 galon air
untuk memproduksi satu pon (=setengah kilogram) daging sapi.
* Pemakaian Energi: untuk memproduksi dan transportasi binatang
ternak diperlukan energi lebih dari sepuluh kali lipat dibandingkan
dengan sayur-sayuran.
* Kebanyakan ladang ternak: kira-kira 10 persen dari wilayah
Barat Amerika Serikat yang kering telah berubah menjadi gurun karena
adanya peternakan. Tetapi, beberapa bagian tanah tersebut tidak bisa
dipakai lagi untuk keperluan yang lain. “Itulah mengapa argumen saya
bukan untuk paham vegetarian, tetapi agar orang-orang mengurangi
penggunaan produk-produk hewani,” Durning mempertahankan.
- Biaya
Tentu, Anda dapat menghabiskan $7,99 untuk satu pon mesclun
(selada daun hijau, biasanya dari daun selada) atau makanan lain. Tetapi,
dari labu sampai ubi jalar, kebanyakan tanaman adalah betul-betul
murah. Dan harga yang lebih rendah dari tanaman terbukti ketika Anda
makan di luar. Menu di restoran Cina, India, dan di restoran-restoran
lain, pilihan vegetarian biasanya lebih murah daripada daging, hidangan
laut, dan unggas.
- Kesejahteraan Binatang
Tidak menyenangkan untuk memikirkan ini, tetapi sebelum kita
memotongnya, binatang yang kita makan sering dibesarkan dan dipindahkan
dalam kondisi yang tidak manusiawi.
- Rasa
Alasan nomor satu untuk makan diet nabati adalah karena rasanya
yang enak. Lima macam sayuran yang paling sering dimakan oleh
orang Amerika adalah kentang goreng, tomat (kebanyakan sebagai saus
atau kecap), bawang, selada, dan jenis kentang lainnya.
Tetapi, jika kebanyakan orang Amerika mengurangi konsumsi daging,
hidangan laut, dan unggas di piring makan malam mereka, mereka – atau
kebanyakan dari restoran favorit mereka – tidak akan tahu
menggantikanya dengan apa. Anda harus pergi ke restoran etnis untuk
mendapatkan hidangan berbahan dasar tumbuhan yang menarik. Bukan suatu
kebetulan bahwa restoran etnis tahu bagaimana membuat masakan sayuran
yang enak rasanya. “Untungnya, ada banyak pengalaman di seluruh dunia
karena hampir semua diet tradisional adalah berbahan dasar tanaman,”
kata Willett.
Akan tetapi, restoran Italia, Meksiko, dan restoran-restoran
etnis lain telah menjadi begitu Amerika karena kebanyakan sayuran
mereka sudah digantikan dengan daging atau keju. Itu memalukan.
Pada masakan Asia dan Mediterania, memasak buah-buahan dan sayuran
adalah sebuah bentuk seni. Orang Italia tidak menaruh banyak daging dan
keju pada piza, sebagai contoh. Saya baru-baru ini makan piza yang
tipis dan garing tanpa keju – hanya daun kemangi segar, tomat dan
bawang -di sebuah restoran tradisional. Rasanya sungguh enak.
|
|