|
Peningkatan Rohani
DVD Terbaru Maha Guru Ching Hai
#751 <Dalam Bahasa Cina dan Inggris dengan Teks Bahasa
Inggris dan Cina>
Bodhisattva Yang Tidak Merosot
Konperensi telepon antara Guru dan murid-murid penetap di
Center Hsihu, Formosa, 23 Februari 2003
#710 <Pengantar Lisan dalam Bahasa Cina/ Inggris/ Korea
dengan teks Bahasa Inggris/ Cina> dua volume
Perayaan Ulang Tahun Guru
Acara Pertunjukan di Center Youngdong, Korea, 14 Mei 2000
#611 <Dalam Bahasa Cina, tanpa teks>
Pengasuhan Terus-Menerus dari seorang Guru Sejati
Retret Internasional 4-hari, Washington DC, Amerika Serikat,
24-27 Desember 1997
#571 <Dalam Bahasa Inggris dan Cina dengan teks Bahasa
Cina dan Inggris>
Perwujudan Sejati dari seorang Guru Hidup
Retret Natal Internasional 5-hari, Long Beach, California,
Amerika Serikat, 29 Desember 1996
CD Terbaru Maha Guru Ching Hai
CD-CL02 <Dalam Bahasa Cina> (V.692)
Mendengarkan dalam Batin kepada Hakikat Sejati Kita
Ceramah Guru di Taoyuan, Formosa, 5 Mei 2000
CL-CL03 <Dalam Bahasa Cina> (V.695)
Pertukaran antara Spiritual dan Intelektual
Seminar di Akademi Sinica, Taipei, Formosa,6 Mei 2000
VCD Terbaru Maha Guru Ching Hai
#752 <Dalam Bahasa Aulac>
Perjumpaan Kasih
Konperensi video Internet antara Guru dengan murid-murid
Aulac, 15 September 2002
DVD Terbaru Maha Guru Ching Hai
#638 <Dalam Bahasa Inggris + teks dalam 24 bahasa>
Keluarkan Segi Terbaik dari Diri Kalian
Meditasi Kelompok di Center Florida, Amerika Serikat, 4
Oktober 1998
Dalam rekaman DVD ini, Guru membicarakan banyak
topik yang berkaitan dengan olah rohani dan kehidupan keseharian.
Misalnya, tentang kehidupan membujang, Guru berkata, “Kehidupan
membujang juga merupakan suatu keistimewaan.” Mengapa begitu? Selain
itu, beberapa pertanyaan berikut juga dibahas. Dalam memberikan bantuan
kepada korban bencana dan mereka yang membutuhkan, bagaimana Guru
memutuskan bentuk bantuan apa yang harus diberikan dalam berbagai
situasi yang berlainan? Bila kehidupan kita tergantung pada pekerjaan
yang melelahkan fisik dan mental kita dan bahkan mengganggu kemajuan
rohani kita, tindakan apa yang harus kita lakukan? Kualitas unik apa
yang dimiliki oleh kaum wanita sehingga mereka dapat mencapai kesucian
dengan lebih mudah? Guru juga menyampaikan ceramah yang menakjubkan
mengenai berbagai hubungan dan interaksi sosial, yang membuat rekaman
DVD ini semakin menarik bagi rekan-rekan inisiat dan juga bagi khalayak
umum.
CD Terbaru Maha Guru Ching Hai
CD-EG147 <Dalam Bahasa Inggris> (V. 729)
Mencapai Kemuliaan adalah Mengejar Cita-Cita Kalian
Guru bertemu dengan murid-murid penetap
di Center Florida, Amerika Serikat, tanggal 18, 21 dan 25
April 2001
Apakah kalian ingin mengetahui tentang
pengalaman hebat Guru dalam mengemudikan speedboat (perahu motor cepat) di
lautan luas, dan menikmati puding Natal dengan “cita rasa surgawi” di
Irlandia? Dalam rekaman CD ini, Guru menceritakan banyak anekdot (kisah
lucu) dari pengalaman hidupNya dan juga menceritakan lelucon-lelucon
yang luar biasa. Guru menjelaskan penemuanNya tentang perangkap
tersembunyi dalam iklan-iklan perumahan (real estate), yang dapat
menjadi acuan berharga bagi mereka yang sedang mencari–cari rumah. Guru
juga menceritakan kejadian-kejadian yang indah selama tur ceramah, dan
membicarakan mimpiNya tentang mengemudikan kereta gandeng (trailer)
raksasa untuk menghadiri kegiatan meditasi kelompok di seluruh dunia.
Nikmatilah rekaman CD yang sungguh memikat hati ini!
MP3 Terbaru Maha Guru Ching Hai
MP3-CR13 <Dalam Bahasa Cina>
Secercah Pikiran dari Seorang Guru Tercerahkan Pada
Saat Sebelum Meninggal, Dapat Menghasilkan Pengangkatan Seketika
Retret 3-hari di Center Hsihu, Formosa, 3-5 April 1992
Pokok isi:
1.
Pahala Mengikuti Retret
2.
Sungai Nektar (Air Surgawi) – Pengungkapan tentang Kebenaran, Kebajikan
dan Keindahan
3.
Ego Menyenangi Pujian
4.
Takut Menyebabkan Kelahiran Kembali
5.
Tuhan Yang Maha Kuasa Menolong Mereka yang di bawah Tekanan
6.
Berbagi Wawasan Dalam Bekerja selama Tur Ceramah Asia
7.
Secercah Pikiran dari Seorang Guru Tercerahkan Pada Saat Sebelum
Meninggal, Dapat Menghasilkan Pengangkatan Seketika
Untuk memesan publikasi Guru, silahkan hubungi:
The Supreme Master Ching Hai International Association
Publishing Co., Ltd. Taipei, Formosa.
Tel: (886) 2-87873935 / Fax: (886) 2-87870873
E-mail: smchbooks@Godsdirectcontact.org
ROC Postal Remittance Account No.: 19259438 (hanya untuk pesanan dari
Formosa saja)
Postal Account: The Supreme Master Ching Hai Publishing Co., Ltd.
Silah kunjungi situs web toko buku kami untuk mendapatkan
katalog dan ringkasan isi dari publikasi Guru yang terbaru: http://www.smchbooks.com/
(dalam Bahasa Inggris dan Cina)
Laporan
Khusus Perayaan Hari Ching Hai Kesepuluh
Peru
Bulan Ching Hai yang Cemerlang di Peru
Bulan Oktober merupakan bulan yang sangat penting bagi
orang-orang Peru karena banyak perayaan agama Katolik jatuh pada bulan
itu. Bagi murid-murid Maha Guru Ching Hai, bulan ini juga sangat penting
karena tanggal 25 Oktober adalah Hari Maha Guru Ching Hai.
Untuk merayakan saat penting ini, para inisiat di Lima mulai
mengadakan pameran publikasi Guru di Chinatown
Fair (Pekan Raya Chinatown) yang diadakan setiap tahun. Banyak
pengunjung sangat tertarik dan penuh rasa ingin tahu terhadap Metode
Quan Yin dan ajaran Guru. Para inisiat kemudian mendukung mereka dengan
membagikan brosur–brosur tentang Center Lima, waktu operasinya dan
mengundang para tamu untuk mengikuti seminar video yang direncanakan
pada bulan Oktober 2003.
Dengan suksesnya kegiatan ini, teman-teman sepelatihan sepakat
untuk menjadikan bulan Oktober sebagai “Bulan Maha Guru Ching Hai” di
Peru dan mengadakan lima seminar video di berbagai kota.
Seminar pertama diadakan pada hari Sabtu, 11 Oktober 2003, di
Drivers Union, Tacna. Pagi–pagi sekali, peserta seminar mulai
berdatangan. Mereka menerima bingkisan selamat datang berupa buku contoh Kunci Mencapai Pencerahan Seketika
dan dengan sangat antusias menyaksikan video ceramah berjudul Misteri Dunia Supra. Banyak yang
yakin dengan kebenaran pesan Guru dan kira-kira sepertiga dari tamu
tetap tinggal untuk belajar Metode Kemudahan.
Lalu, dengan hati yang penuh cinta, seorang saudari yang
beragama Buddha, mengundang rekan-rekan inisiat ke rumahnya dan dengan
tulus menawarkan rumahnya sebagai tempat meditasi kelompok. Dengan
begitu, terbentuklah Center Meditasi yang baru di Tacna.
Seminar yang kedua diadakan tanggal 15 Oktober di auditorium
Universitas San Augustin di Arequipa, yang mempunyai kapasitas sekitar
seratus orang. Dengan suasana yang hangat, pengunjung memenuhi ruangan.
Selama permutaran video Misteri Dunia
Supra, para tamu terkesima dengan suara Guru dan menunjukkan
ketertarikan akan pesan-pesan kebenaran yang Guru sampaikan. Lebih dari
setengah pengunjung yang hadir mengajukan permohonan untuk belajar
Metode Kemudahan. Sesudah pertunjukan video, seorang wartawan dari
majalah lokal ingin melakukan wawancara. Wawancara dilakukan keesokan
harinya dan para tamu juga diundang untuk datang dan menyaksikan lagi
video dan membagikan pengalaman mereka. Saat berbagi pengalaman
merupakan saat yang paling memuaskan dan penuh kedamaian.
Seminar lainnya diadakan tanggal 25 Oktober di Perpustakaan
Nasional di Lima. Auditorium perpustakaan yang luas, berkapasitas
lebih dari 300 orang, terisi penuh. Seperti seminar yang lalu, suara dan
ajaran Guru membuat orang-orang terkesima dan setelah itu kira-kira
seratus orang belajar Metode Kemudahan dan kemudian mengekspresikan
kegembiraan mereka. Beberapa orang mengalami pengalaman batin yang
sangat indah. Seorang lelaki berkata kepada anggota kelompok kerja bahwa
dia sangat bersyukur kepada penyelenggara seminar ini karena hidupnya
pasti akan lebih baik setelah mengikuti seminar ini. Selanjutnya,
rekan-rekan inisiat menghidangkan bufet vegetarian di ruang tunggu
perpustakaan. Para tamu menikmati makanan yang sedap dan mendengar
lagu-lagu Guru yang manis dan merasakan kehadiranNya, yang membawa
kecerahan dan senyum yang memancar di wajah semua orang.
Dua seminar terakhir diadakan tanggal 30 dan 31 Oktober di
Lembaga Pemasyarakatan San Jorge, Lima, dimana direkturnya
memperbolehkan rekan-rekan inisiat untuk menyebarkan ajaran Maha Guru
Ching Hai kepada para tahanan. Pada akhir video ceramah, para tahanan
membangun apresiasi terhadap meditasi dan lebih dari 200 orang
menerima Metode Kemudahan, dan mereka tampak damai dan cerah.
Sesudahnya, mereka meminta rekan-rekan inisiat untuk kembali mengunjungi
mereka setiap lima belas hari.
Orang-orang Peru menyebut bulan Oktober sebagai “Bulan
Keajaiban” dan hal ini sungguh nyata tahun ini bagi rekan-rekan inisiat
di Peru karena mereka telah sukses mengadakan lima video ceramah, dengan
keyakinan dan kekuatan dari Tuhan, menunjukkan jalan kepada banyak orang
untuk mendapatkan kedamaian, cinta dan berkah melalui ajaran Maha Guru
Ching Hai.
Anggota kelompok kerja dari Lima dan Arequipa
Kamerun
Center Douala Memperingati Hari Ching Hai untuk Pertama Kali
Pada tanggal 25 Oktober 2003, rekan-rekan inisiat di Center
Douala, Kamerun, Afrika Tengah merayakan Hari Maha Guru Ching Hai untuk
yang pertama kali. Center dihias dengan indah untuk menyambut para tamu
yang datang dari pelosok-pelosok Douala untuk berbagi hari
istimewa Guru. Para praktisi Metode Kemudahan dan inisiat yang
hadir mengungkapkan perasaan cinta mereka kepada Guru dengan bernyanyi
dan membaca puisi. Terkesima dengan kata-kata Guru yang bijaksana
selama pertunjukan video, para tamu yang menunjukkan ketertarikan yang
mendalam dan menghormati ajaran Guru, mengajukan banyak pertanyaan
spiritual yang berbobot. Para inisiat juga membagikan pengalaman dengan
para tamu tentang hidup mereka yang berubah setelah berhubungan dengan
ajaran Guru. Lalu, pada saat sesi tanya-jawab, saudara dan saudari
dari Kamerun ini mengungkapkan ketertarikan dan pengabdian mereka kepada
ajaran Guru lewat respon mereka yang luar biasa terhadap pertanyaan
pengunjung.
Selain itu, bufet makanan vegetarian dihidangkan dan dipuji
oleh setiap orang. Beberapa orang bertanya lebih jauh tentang paham
vegetarian dan mempelajari resep-resep. Perayaan berlangsung lebih lama
dari waktu yang direncanakan. Karena sedang musim hujan di Kamerun,
rekan-rekan inisiat khawatir hujan akan turun. Tetapi, semua orang heran
karena cuaca tetap cerah sepanjang hari! Dan hujan baru turun tengah
malam sampai keesokan paginya. Rekan-rekan inisiat sadar bahwa cinta
Guru selalu hadir dan mengurus semuanya agar berjalan baik. Terima kasih
Guru, atas pengaturan dan cintaMu yang tak terbatas. Saudara dan
saudari di Kamerun mengucapkan Selamat Hari Ching Hai!
Di bawah ini lirik lagu untuk Guru:
Kau adalah angin yang lembut
Bertiup dalam kehidupanku,
Membersihkan kebodohanku.
Kau adalah matahari pagi,
Menyatukan hati kami,
Memelihara kami dalam kehangatan cintaMu.
Dengan cintaMu yang tak berbatas
Kau membuat kami tetap dekat denganMu selamanya.
Lewat mataMu yang berkilauan
Kau berikan kedamaian.
Lewat senyumMu yang manis
Kau tumbuhkan harapan.
Di atas semua ibu,
Kau tetap Ibu semua ibu.
KepadaMu kami besyukur,
Oh, Bunda Ching Hai!
Taipei, Formosa
Pembukaan Perayaan Hari Ching Hai yang Meriah dan Penuh
Kegembiraan
Pada tanggal 25 Oktober 1993, pemerintah Amerika Serikat
meberikan anugerah International
Peace Award (Penghargaan Perdamaian Internasional) dan Warga
Negara Kehormatan kepada Maha Guru Ching Hai, atas jasa-jasaNya dalam
bidang kemanusiaan dan perdamaian dunia. Pada tanggal 25 Oktober
2003, yang merupakan peringatan Hari Ching Hai yang kesepuluh, para
inisiat dari Taipei meresmikan pembukaan Love Ocean Arts Center
(Galeri Seni Lautan Kasih) yang baru berdiri. Selain merayakan peresmian
itu, mereka juga berdoa agar cahaya kedamaian bersinar di seluruh alam
semesta dan agar Cinta Kasih Guru memenuhi Dunia!
Dinding peragaan dari Love
Ocean Arts Center berkilauan dengan keindahan dan makna spiritual
yang mendalam, dengan adanya papan pengumuman yang diberi judul “Traces
of the Lotus Feet (Jejak Langkah Kaki Teratai)”, yang
menceritakan dengan singkat perjalanan Maha Guru selama satu dekade
memimpin murid-murid di seluruh dunia berkarya di bidang kemanusiaan.
Pada papan itu tercatat cinta kasih dari Guru akan kehidupan dan
upayaNya yang tak putus-putus untuk meningkatkan kondisi fisik, mental
dan spiritual umat manusia. Salah satu fokus dari pengunjung adalah
kreasi artistik Maha Guru yang dipamerkan. Gambar dan teks besar yang
menarik perhatian, mengingatkan pengunjung akan talenta batin yang tidak
terbatas dari Guru. Elemen lain yang dipamerkan adalah informasi
mengenai berbagai penghargaan yang diterima Guru dalam mempromosikan
spiritualitas dan perdamaian dunia, dan juga dipamerkan catatan
mengenai penghargaan-penghargaan yang diterimaNya, yang merefleksikan
cinta ilahi dan kebajikan Guru.
Pada hari pembukaan, Love
Ocean Arts Center dipenuhi kegembiraan dan antusias para
pengunjung. Ruang pameran Busana dan Perhiasan Surgawi yang
cemerlang dan anggun banyak menarik perhatian. Para tamu juga memadati
toko buku spiritual yang dihias sangat indah, dimana berbagai publikasi
Guru dipamerkan. Selain itu, pengunjung memuji beragam hidangan
vegetarian yang lezat, yang ditawarkan di stan makanan sehat. Selama
acara berlangsung, sepasang suami-isteri berusia lanjut memandang kepada
foto Guru yang berukuran besar, sungguh mengungkapkan apa yang
dirasakan pula oleh setiap orang: "Maha Guru Ching Hai bagaikan Ibu
Pertiwi yang pengasih. MataNya yang berkilau, memandang kepada kita dan
memberkati kita dengan energi kebahagiaan. Perasaan hangat memenuhi hati
kita!” Beberapa penghuni gedung Gold
and Silver Twin Star (Bintang Kembar Emas dan Perak),
dimana galeri ini terletak, menanyakan kepada inisiat penerima tamu,
“Suasana di sini sangat damai bagaikan di Surga. Bolehkah kami datang
setiap hari untuk menikmati karya seni dan menyegarkan diri kami?"
Pertanyaan tersebut menunjukkan berbagai fungsi dari Love Ocean Arts Center. Inisiat ini
kemudian memberitahukan jam buka galeri ini dan mengundang mereka untuk
juga mengunjungi situs webnya.
Banyak selebriti Formosa hadir dalam perayaan ini, termasuk
diantaranya Gu Min, Direktur Perpustakaan Dewan Perwakilan Rakyat
Formosa. Dalam pidato pembukaannya, ia mengatakan: “Love Ocean Arts Center tidak
hanya galeri, tapi juga merupakan tempat untuk membawa kehidupan
spiritual seseorang kepada kebahagiaan dan kenyamanan. Selamat atas
pembukaan Love Ocean Arts Center
pada perayaan Hari Ching Hai. Mari kita tebarkan cinta kasih!” Direktur
Liu dari pihak gedung Gold and Silver
Twin Star, berikutnya menyampaikan, “Sebelum disewa, tempat ini
adalah ruang kosong yang membosankan, dibandingkan dengan sekarang
telah menjadi tempat yang indah, kami sangat gembira akan perubahan
ini. Beberapa penghuni gedung ini pernah kuatir akan suasana ramai dan
bising, tapi sekarang mereka tidak perlu kuatir lagi. Kami yakin bahwa
kita dapat menjadi tetangga yang baik, yang dapat bekerja sama dan
saling menolong.” Sharon Wu, Presiden dari Rong Hwang Lions Club,
berkata, "Maha Guru Ching Hai adalah seorang Guru agung, yang
meningkatkan kualitas hidup dan jiwa seseorang. Beliau juga merupakan
seorang guru spiritual yang sangat saya hormati dan kagumi. Pembukaan
galeri ini adalah salah satu berkah Guru bagi penduduk dunia. Kami
sungguh berharap agar galeri ini akan berhasil baik dan memberikan
manfaat bagi lebih banyak orang!"
Seorang tamu terkenal lainnya, penyair aliran Zen, Yang Ping,
yang mulai mengenal Guru sejak Januari 2003 sewaktu lukisan Guru
dipamerkan di Balai Pendidikan Sosial Kotamadya Taipei. Dalam
sanjungannya akan karya Guru, dia berkata, “Melalui dinding peragaan
galeri ini, saya telah membaca tentang berbagai upaya Guru untuk
menyelamatkan dunia dan penduduknya. Hal ini tidak hanya untuk dibaca
oleh keluarga Quan Yin, tetapi juga untuk khalayak umum, agar mereka
dapat menyadari akan kasih, pengabdian dan tekad Guru dalam membebaskan
makhluk hidup. Melalui pameran di galeri ini, saya yakin bahwa
masyarakat akan dapat memberikan penilaian yang lebih akurat dan
penghargaan yang lebih kepada Maha Guru Ching Hai."
Frank W. Stevenson, seorang profesor bahasa Inggris dari
Universitas Nasional Taiwan, yang banyak menaruh minat pada meditasi dan
olah rohani, juga datang ke galeri seni ini. Dia sangat tertarik dengan
Metode yang diajarkan Guru, dan dia meminta informasi mengenai Metode
Quan Yin untuk dipelajari lebih lanjut. Banyak pengunjung juga berminat
belajar Metode Kemudahan.
Perayaan Hari Ching Hai dan peresmian pembukaan Love Ocean Arts Center
hanyalah langkah awal dari usaha untuk memperkenalkan ajaran dan karya
seni Guru kepada khalayak umum. Salah satu murid berkata, “Mari kita
bagikan cinta kasih Guru kepada semua orang, Wujudkan kebenaran,
kebajikan dan keindahan Surgawi di dunia, dan agar setiap pengunjung
mengalami pengangkatan tubuh, jiwa dan hatinya."
Situs web Love Ocean Arts
Center:http://www.loveocean.org
Hong Kong
Hari Ching Hai diperingati setiap tahun oleh inisiat Hongkong,
membawa kenangan hangat dan bahagia.
Costa Rica
Hari yang sangat menakjubkan, dimana para inisiat beserta
teman dan keluarga mereka merayakan Hari Ching Hai di Center San Jose
yang indah.
Kanada
Inisiat dari Kanada menyampaikan penghargaan tertinggi dan
rasa syukur yang terdalam kepada Guru, melalui perayaan yang meriah dan
acara hiburan pada Hari Ching Hai.
Amerika Serikat
Untuk merayakan Hari Ching Hai, sekitar 170 inisiat dari
bagian utara dan timur Amerika Serikat dan Kanada menghadiri retret
2-hari di Center New Jersey. Hati mereka dipenuhi oleh kedamaian,
kebahagiaan dan berkah dari Guru.
Inisiat dari Ohio menyelenggarakan perayaan pada Hari Ching
Hai dengan semangat perayaan tradisional thanksgiving (syukuran).
Penghargaan 25 Oktober 1993 atas kontribusi Guru kepada dunia, dibacakan
dengan nyaring, demikian pula e-mail ucapan Selamat Hari Ching Hai
kepada Guru. Kemudian, kue tar dengan dekorasi indah dan tulisan "Happy
Master Ching Hai Day (Selamat Hari Guru Ching Hai)" dibagikan dalam
suasana hangat yang dipenuhi kasih Guru.
Penghu, Formosa
Khusus untuk perayaan Hari Ching Hai, Center Penghu dibagi
menjadi empat area yaitu area untuk presentasi video Guru, area
untuk peragaan karya seni Guru, area stan makanan vegetarian dan area
ruang makan di udara terbuka. Para inisiat dan teman-teman mereka dengan
gembira bergabung dalam perayaan ini.
Cina Daratan
Di hari ini, kami percaya
Semua harapan akan dipenuhi,
Dan semua doa akan dijawab.
Semoga semua langkah kami terpatri dalam hatiMu,
Semoga semua langkahMu terpatri dalam hati kami,
Dan semoga CintaMu selalu dihargai,
Seperti kami menyadari arti sebenarnya dari cinta
dan dicintai.
Semoga semua harapanMu menjadi kenyataan,
Semua perkataanMu dimengerti sepenuhnya,
Dan mataMu yang indah, memberkati dunia selamanya.
Inisiat dari Cina menyampaikan Selamat Hari Ching
Hai
Lintasan Peristiwa
Laporan dari Selandia Baru
Memperkenalkan Ajaran Guru di Pulau Surgawi
[Auckland dan Hamilton] Selandia Baru terkenal di
seluruh dunia akan pemandangannya yang indah dan orangnya yang ramah,
dan dikenal sebagai “Tanah dengan Awan Putih Memanjang”. Bagi orang yang
hidup di pulau surgawi ini, tidak ada yang lebih sempurna dari
mendengarkan pesan Guru yang mengangkat jiwa. Pada tanggal 27 September,
4 Oktober, dan 12 Oktober, center Auckland dan Hamilton mengadakan tiga
seminar untuk memperkenalkan ajaran Guru dan metode Quan Yin kepada
penduduk setempat, yang menanggapinya dengan hangat.
Banyak tamu menghadiri seminar pertama, yang dirancang khusus
untuk mereka yang berbahasa Cina karena besarnya populasi etnis Cina di
Auckland. Sebagian besar merasa tersentuh dan menemukan jawaban dari
pertanyaan spiritual mereka dengan menyaksikan ceramah video Guru, dan
bahkan seorang laki-laki menangis selama presentasi berlangsung. Sesudah
itu, dia tidak dapat sabar menunggu untuk belajar Metode Kemudahan
sehingga dia pergi ke rumah rekan penghubung untuk belajar pada malam
hari itu juga daripada menunggu hingga hari yang dijadwalkan dalam
minggu tersebut.
Pada seminar kedua, seorang laki-laki berbangsa India, sambil
memegang surat kabar yang memuat pengumuman tentang kegiatan seminar,
bertanya dengan cemas di meja penerima tamu apakah dia datang ke tempat
yang benar. Dia mengatakan bahwa dia tidak tinggal di daerah distribusi
surat kabar tersebut dan menambahkan bahwa temannya begitu saja
memberikan surat kabar itu kepadanya pada hari itu. Karena itu, para
inisiat menyimpulkan bahwa dia dapat mengetahui tentang seminar ini
berkat pengaturan Guru, dan dia sekarang menunggu inisiasi. Selain itu,
lebih dari dua-per-tiga hadirin tinggal untuk belajar Metode Kemudahan
sesudah pertunjukan video.
Pada seminar ketiga, yang diselenggarakan oleh para inisiat
dari Center Hamilton dan diadakan di kota mereka, satu keluarga
berbangsa Srilanka memperlihatkan ketertarikan yang besar pada ajaran
Guru. Orang tua dan dua orang anak laki-laki duduk dengan diam selama
menyaksikan ceramah Guru dengan ketertarikan besar. Sesudah pertunjukan
video, rekan penghubung mengetahui bahwa mereka berlatih meditasi setiap
hari di rumah dan sudah mengunjungi banyak ceramah spiritual dan seminar
yang disponsori oleh kelompok lain, tetapi mengatakan bahwa mereka
belum mengikuti seorang Guru. Keluarga itu sangat bahagia karena
menemukan ajaran Guru sehingga bapak dan ibu itu mendaftar untuk belajar
Metode Kemudahan.
Berkat berkah Guru, seminar di Auckland dan Hamilton sangatlah
berhasil. Bukan hanya penduduk setempat mendapatkan kesempatan untuk
mengenal Guru dan metode Quan Yin, tetapi mereka juga diperkenalkan
kepada sejumlah besar makanan vegetarian yang lezat dan bergizi yang
disediakan oleh para inisiat, yang sebaliknya belajar lebih banyak
tentang kekuatan cinta dan daya berkah Guru.
Banyak orang yang tidak dapat menghadiri seminar, meminta
informasi tentang Guru dan Metode Quan Yin sehingga para inisiat dari
Auckland dan Hamilton berencana untuk mengadakan kegiatan lain di
kemudian hari untuk menyebarkan ajaran Guru agar semakin banyak pencari
yang tulus dapat menemukan jalan pulang ke Rumah.
Laporan dari Thailand
Menyampaikan Ajaran Tuhan di Utara Thailand
[Phere] Propinsi Phere di utara Thailand terkenal akan
kesenian kuno setempat dan struktur religiusnya, termasuk pagoda
penganut agama Buddha. Di propinsi ini terdapat banyak para inisiat yang
ingin memperkenalkan ajaran Guru. Karena itu, pada tanggal 19 Oktober
2003, mereka dan para praktisi dari Bangkok dengan senang hati
menghadirkan seminar video untuk memperkenalkan pesan Guru kepada
masyarakat setempat. Para inisiat memilih Sekolah Piriyalai, sebuah
sekolah propinsi yang berlokasi di daerah perkotaan sebagai tempat
seminar. Sebelum acara ini, poster-poster besar Guru digantung di pintu
masuk sekolah, dan banyak selebaran didistribusikan kepada penduduk di
daerah sekitar.
Pada hari seminar, aktifitas dimulai dengan sekelompok besar
tamu dan sanak keluarga dari para inisiat mengalir ke dalam ruang
seminar. Sesudah presentasi video, makanan vegetarian lezat yang
disediakan oleh para inisiat, dinikmati oleh semua, dan atmosfer penuh
kasih adalah tanda berkah dari Guru. Selanjutnya, banyak yang membagikan
pengalaman mereka yang menyenangkan sesudah belajar Metode Kemudahan dan
wajah mereka yang bersinar menunjukkan bahwa mereka adalah saksi cinta
Guru dalam tindakan.
Laporan dari Korea
Sebuah Seminar tentang Kebenaran, Kebajikan dan Keindahan
[Ansan] Pada tanggal 19 Oktober 2003, para inisiat
Korea mengadakan seminar video di Pusat Pendidikan Pertahanan Sipil di
Kota Ansan. Praktisi dari Center Seoul dan tim tur seminar menantang
cuaca dingin agar dapat secara efektif mempromosikan seminar itu dengan
poster dan selebaran.
Center yang baru dibangun itu, memiliki fasilitas unggul, dan
untuk menyambut tamu dan menghidupkan suasana, para inisiat mendekorasi
dengan cantik bagian luar bangunan tersebut dengan balon berwarna-warni.
Selanjutnya, untuk menyambut tamu dan membuka seminar, tari-tarian
tradisional Korea ditunjukkan oleh tim tari profesional arahan seorang
saudari inisiat.
Sesudah menyaksikan video Guru, hadirin yang terdiri dari
berbagai latar belakang agama, dengan antusias mengajukan banyak
pertanyaan selama sesi tanya jawab, dan sebagian tamu kemudian belajar
Metode Kemudahan.
Setelah “pesta spiritual” ini, hadirin menikmati masakan
vegetarian lezat yang secara khusus dibuat oleh para inisiat. Sementara
menikmati hidangan, seorang tamu, Bapak Jeong Oh-Hwa, berkomentar, “Saya
menikmati video Guru Ching Hai dan berharap agar seminar-Nya dapat
diadakan lebih sering dalam komunitas kita. Saya mengambil jurusan ilmu
makanan dan sangat senang karena mendapat kesempatan untuk merasakan
daging dari kacang kedelai ini. Ini benar-benar dipersiapkan dengan baik
dan rasanya lezat. Saya berterima kasih kepada Guru karena
mempersembahkan ini kepada saya dan saya juga berterima kasih kepada
Guru karena mencerahkan saya."
Laporan dari Korea
Sebuah Seminar Bermanfaat di Pusat Pertunjukan Kesenian
Malaikat Kecil
[Seoul] Pada tanggal 26 Oktober 2003, satu hari sesudah
Hari Ching Hai, para inisiat dari Center Seoul mengadakan seminar video
ketiga yang merupakan seminar video terakhir untuk tahun ini, kepada
penduduk dari tiga wilayah di Seoul. Untuk mengumumkan seminar itu, para
inisiat bekerja dengan rajin, memakai topi sarung telinga yang
dirancang oleh Guru Tercinta kita, mereka menantang cuaca dingin untuk
mendistribusikan selebaran dan memajangkan poster-poster selama lebih
dari dua belas jam, menyentuh hati para saudara dan saudari lainnya.
Hari seminar tiba dengan langit biru yang indah, daun-daun
musim gugur yang berwarna-warni alami dan cahaya matahari yang semarak
memberkahi daerah itu. Ruang ceramah, Pusat Pertunjukan Kesenian
Malaikat Kecil (The Little Angels Performing Arts Center), adalah sebuah
pusat kebudayaan yang terkenal dan mewah di Seoul. Karena tempat ini
berlokasi di pintu masuk Taman Raya Anak-Anak (Children's Grand Park),
kegiatan ini menarik perhatian dari keluarga-keluarga yang mengunjungi
taman itu pada hari Minggu dengan anak-anak mereka, dan sekitar 300
orang hadir untuk menemukan jalan pulang mereka ke Rumah.
Sebelum seminar dibuka secara resmi, para inisiat
mempersembahkan video “Melihat ke masa lalu… Melangkah ke masa depan
yang cerah”. Para tamu yang datang lebih awal, setelah menyaksikan
presentasi ini, tergerak hatinya oleh tindakan penuh cinta dan belas
kasih dari Maha Guru Ching Hai di seluruh dunia. Sesudah pertunjukan
video, para inisiat juga menyampaikan kepada para tamu tentang tanggapan
Guru yang penuh kasih dan kontribusi amal Guru kepada penduduk Korea,
khususnya kepada korban bencana kereta api bawah tanah Daegu baru-baru
ini dan kepada korban banjir akibat Topan Maemi.
Setelah pertunjukan video “Berjalan dalam Jalur Kasih”,
tentang Guru, para inisiat mempersembahkan ceramah Guru di Formosa pada
tur ceramah Asia dan Oceania tahun 2000, dan penonton yang suci
menyaksikan dengan tenang dan penuh perhatian pada keseluruhan ceramah.
Sesudah presentasi video, peserta mengajukan berbagai pertanyaan tulus
tentang Guru, meditasi dan vegetarian, dan sangat antusias mengenai
mencari jalan menuju pencerahan. Sesudah itu, kira-kira seperempat dari
seluruh peserta belajar Metode Kemudahan.
Tahun ini, para inisiat dari Center Seoul mengadakan tiga
seminar video, dengan kira-kira 1000 tamu hadir dan ratusan mempelajari
Metode Kemudahan. Mereka juga memberi bantuan pada seminar video yang
diadakan oleh center-center Korea yang lain, dan upaya mereka
menghasilkan perkembangan didalam dan diluar; sehingga saudara dan
saudari dari Seoul terinspirasi untuk meneruskan usaha penyebaran ajaran
Guru di tahun-tahun mendatang.
Laporan dari Jepang
Bufet Vegetarian untuk Menumbuhkan Persahabatan
[Tokyo] Pada tanggal 21 September 2003, Center Tokyo
mengadakan Bufet (suatu tempat hidangan) Vegetarian setelah meditasi
kelompok, untuk melayani para praktisi Metode Kemudahan dan teman-teman
yang tertarik kepada pemahaman vegetarian dan Metode Quan Yin, dengan
hidangan-hidangan mewah yang dipersiapkan oleh para rekan sepelatihan.
Hujan deras pada hari itu tidak mengurangi minat dari para
tamu yang saleh. Bufet ini menyajikan aneka-ragam makanan vegetarian
eksotis yang memenuhi dua meja besar. Itu benar-benar merupakan suatu
pesta internasional yang terdiri dari masakan Jepang, Cina dan Aulac.
Sementara para inisiat dan praktisi Metode Kemudahan menikmati
makanan, mereka saling bertukar wawasan mengenai kemajuan spiritual,
yang membuat mereka mengetahui lebih baik kesukaran-kesukaran di jalur
yang mereka tempuh dan menemukan jawaban atas berbagai-pertanyaan
mengenai paham vegetarian. Seorang praktisi Metode Kemudahan, seorang
biksu (biarawan) Buddha berbangsa Jepang yang telah datang dari jauh,
berkata bahwa sejak mengenal ajaran Guru, dia telah memiliki kerinduan
yang sangat kuat untuk menerima inisiasi dan membantu dalam menyebarkan
Kebenaran.
Rekan-rekan inisiat dan para tamu juga bertukar gagasan
mengenai masalah-masalah agama dan kesehatan. Seorang rekan inisiat yang
berpraktek pengobatan Cina secara khusus menyampaikan pembicaraan yang
cermelang mengenai pentingnya memakan makanan vegetarian dari sudut
pandang metode pengobatan Cina.
Pada akhirnya, para peserta semuanya setuju bahwa mereka telah
menikmati pesta yang memuaskan dan menakjubkan dalam suasana santai dan
penuh suka cita!
Memperoleh Wawasan dan Inspirasi dari Kerja Bersama-sama
[Tokyo] Dari tanggal 6-29 Oktober 2003, para rekan
inisiat dari Center Tokyo mengadakan pameran lukisan Maha Guru Ching Hai
pada sebuah kafe di pinggir kota Tokyo. Seminar video juga diadakan pada
sebuah ruang konperensi yang berdekatan pada tanggal 11 Oktober.
Seminar itu menarik tamu-tamu lebih dari yang diharapkan dan
tempat duduk di ruang seminar itu segera terisi penuh. Pertama-tama
ditampilkan pertunjukan singkat video kehidupan Guru, diikuti oleh
ceramah Guru di Perserikatan Bangsa-bangsa. Kemudian, seorang rekan
inisiat yang merupakan seorang pelukis, berbagi perasaan dan wawasannya
mengenai seni dan latihan rohani. Akhirnya, setelah memperoleh
pengetahuan dasar dari ajaran Guru, banyak tamu yang tertarik dengan
meditasi, mengajukan permohonan untuk belajar Metode Kemudahan.
Dari mulai persiapan seminar sampai mencapai keberhasilan pada
akhirnya, para inisiat Tokyo menunjukkan semangat kelompok yang kuat,
bekerja bersama-sama dalam suatu usaha kebersamaan untuk menyelesaikan
berbagai tugas. Para inisiat sangat bersyukur atas pengaturan dan berkah
Tuhan, dan berjanji untuk menerapkan pelajaran yang bermanfaat dari
pengalaman baru ini dalam kehidupan dan pekerjaan mereka.
Laporan dari Ontario,, Kanada
Seminar Video yang Mengangkat di Toronto
[Toronto] Pada tanggal 28 September 2003, Center
Toronto mengadakan suatu seminar video bagi khalayak umum di
Perpustakaan Pusat North York untuk memperkenalkan Metode Quan Yin
kepada para penduduk setempat.
Para inisiat Toronto dengan bersemangat mendukung seminar itu,
dan membuat suasana tempat seminar menjadi hidup dan tenteram. Seorang
tamu yang melihat lukisan-lukisan Guru, merasakan energi memancar dari
lukisan-lukisan itu. Dan seorang wanita lainnya, seoran pelukis, sangat
terkesan akan lukisan Guru “Nyanyian Laut (Song of the Sea)”, yang
melukiskan kekejaman dari perubahan alam yang mendadak, yang disebabkan
oleh topan yang akan mendatangi Formosa. Didalam lukisan itu, lautan
teraduk-aduk, langit dipenuhi dengan air hujan, dan burung-burung camar
menerjang melawan angin. Wanita itu mengatakan bahwa tidak seseorang pun
dapat menangkap gambaran itu dengan lebih efektif daripada Guru,
sementara dia sendiri pernah mengalami bencana angin topan yang dahsyat
ketika tinggal di rumahnya, di Barbados.
Para inisiat juga merasakan berkah Guru yang kuat sepanjang
seminar itu. Seorang saudari sepelatihan bahkan mencium bau dupa sewaktu
ceramah Guru sedang dipertunjukkan. Selain itu, setelah menghadiri
seminar itu, seorang tamu wanita berkata bahwa mendengarkan ceramah itu
sudah merupakan suatu pengalaman yang benar-benar mencerahkan.
Banyak pencari Kebenaran yang tulus tetap tinggal setelah
pertunjukan video untuk belajar Metode Kemudahan dan sesudahnya berbaur
untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan. Melalui peristiwa yang
mengangkat ini, para inisiat Toronto menegaskan sendiri ajaran Guru
bahwa satu-satunya tujuan kedatangan kita di bumi ini adalah untuk
memberkati dunia dan berbagi kabar baik mengenai Kebenaran dengan
sebanyak mungkin sesama kita.
Laporan dari Quebec, Kanada
Seminar Video Montreal yang Paling Berhasil
[Montreal] Pada hari Minggu, 2 November 2003, para
inisiat Montreal mengadakan seminar video di center mereka untuk
memperkenalkan ajaran-ajaran Guru kepada para pencari Kebenaran
setempat. Sebelum acara tersebut, para inisiat membagikan
selebaran-selebaran, menempelkan poster-poster, mengundang teman-teman
dan mengumumkan acara seminar itu di koran-koran setempat yang berbahasa
Perancis, Cina dan Aulac dan juga di Internet. Tugas-tugas ini dan
tugas-tugas lain yang berkaitan dengan kegiatan ini, dikerjakan dengan
sepenuh hati dan sepenuh kasih.
Para inisiat bersuka cita dengan banyaknya perserta, yang
mencatatkan suatu rekor untuk seminar-seminar yang diselenggarakan oleh
Center Montreal, dimana setiap tempat duduk di ruang seminar itu terisi
penuh. Berkat cinta-kasih dan bimbingan Guru, seminar berjalan dengan
lancar dan ceramah itu sangat dihargai oleh semua peserta. Setelah
pertunjukan video, pembawa acara mengadakan sesi tanya jawab,
mempersilahkan para tamu untuk mengajukan berbagai pertanyaan yang
berbobot, dan banyak yang mendaftarkan diri untuk belajar Metode
Kemudahan sesudahnya.
Selama seminggu setelah seminar, Center Montreal terus
menerima telepon yang menanyakan apakah mereka masih bisa datang dan
mendaftarkan diri untuk Metode Kemudahan dan harapan mereka terpenuhi
pada hari Minggu berikutnya. Sejak saat itu, para rekan sepelatihan
selalu datang ke Center untuk menghadiri sesi meditasi kelompok Metode
Kemudahan secara teratur. Sungguh memuaskan hati dapat melihat bagaimana
seminar itu membantu anggota-anggota baru keluarga Quan Yin ini untuk
memulai perjalanan rohani mereka pulang ke Rumah!
Para pencari spiritual yang tulus menonton ceramah Guru dalam
kebahagiaan dan suka cita.
Pertanyaan-pertanyaan dari para tamu dijawab secara pribadi
oleh para inisiat dan pada meja informasi.
Makanan vegetarian yang lezat dan bergisi yang disajikan,
memuaskan cita-rasa seluruh tamu.
Laporan dari Missouri, Amerika Serikat
Kuasa Guru Mengangkat Kesadaran dari Penduduk St. Louis
[Missouri] Pada tanggal 5 Oktober 2003, Center Missouri
ikut serta dalam Heartland Wholistic
Living Expo (Ekspo Kehidupan Holistik) di St. Louis, dan juga
mengadakan seminar video di dekat gedung Ekspo. Melalui kegiatan ini,
para murid Missouri yang masih sedikit jumlahnya ini, tetapi
sangat besar iman dan ketekunannya, mendapatkan pengalaman sangat
berharga dalam bekerja sama menyebarkan ajaran Guru.
Untuk Ekspo ini, para inisiat mendirikan stan dimana publikasi
Guru dipamerkan dan kaset video Guru dipertunjukkan. Di area St. Louis,
belum pernah ada demikian banyak orang yang mengunjungi stan demi
pengetahuan spiritual dan mereka yang membuka dirinya untuk menerima
pesan Guru. Selain itu, seminar video diikuti oleh sejumlah besar
peserta. Setelah seminar, separuh dari peserta tetap tinggal untuk
belajar Metode Kemudahan. Melalui respons publik yang positif ini, para
inisiat meneguhkan diri mereka bahwa tingkat kesadaran planet ini telah
mengalami pengangkatan.
Dengan berpartisipasi dalam Ekspo dan seminar video, para
inisiat Missouri sekali lagi mendapatkan kesempatan untuk bekerja dan
bertumbuh bersama dan mengalami berbagai perwujudan kasih Guru. Pada
akhir kegiatan ini, setiap orang berseri-seri dan merasa amat bahagia
meskipun letih.
Laporan dari Michigan, Amerika Serikat
Bergandengan Tangan Demi Perdamaian
[Ann Arbor] Pada hari Minggu, 19 Oktober 2003, para
inisiat dari Center Michigan ikut serta dalam reli Ann Arbor’s Human Chain for Peace
(Rantai Manusia Ann Arbor Demi Perdamaian) untuk berupaya mengajak
penduduk kota ini, mendukung perdamaian dan keharmonisan diantara
pemeluk agama Yahudi, Islam, masyarakat Arab dan Palestina dan juga
diantara kelompok agama dan budaya lainnya. Acara ini diselenggarakan
oleh Megiddo Peace Project*
(Proyek Perdamaian Megiddo) – sebuah organisasi yang berpusat di Ann
Arbor, yang mempromosikan keharmonisan di seluruh dunia dan membantu
gerakan Persatuan Bangsa-Bangsa - Decade
for a Culture of Peace and Non-violence for the Children of the World
(Dekade Perdamaian dan Tanpa-Kekerasan bagi Anak-Anak di Seluruh Dunia).
Dari pukul 14:30 sampai dengan 15:30, dilakukan upaya untuk
membentuk deretan orang yang membentang sejauh 7.5 mil dari Ann Arbor's Islamic Center
(Pusat Agama Islam Ann Arbor) ke Jewish
Community Center (Gedung Pertemuan Masyarakat Yahudi) dan dua
kongregasi Yahudi di kota itu. Para peserta diharapkan dapat bergabung
dalam deretan ini di sepanjang rute, yang melewati sejumlah gereja dan
juga melalui kampus utama Universitas Michigan.
Para praktisi dari Center Michigan bergandengan tangan dengan
peserta lainnya pada satu deretan di daerah keramaian Ann Arbor. Cuaca
hari itu hangat dan cerah. Meskipun kegiatan itu baru diadakan pertama
kali, peserta yang bergabung sangat banyak jumlahnya. Sungguh menggugah
hati, melihat demikian banyak orang mengorbankan waktu mereka yang
berharga untuk turut bergandengan tangan demi perdamaian, membangkitkan
perasaan cinta dan belas kasih.
Setelah demonstrasi ini, para inisiat membagikan selebaran
kepada para peserta dan orang-orang yang lewat, dengan harapan bahwa
mereka akan menyadari bahwa cinta yang terwujud pada siang hari itu
bertalian langsung dengan pesan Guru Ching Hai.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai Megiddo Peace Project, silah
kunjungi
http://www-personal.umich.edu/~megiddo/
Laporan dari New Jersey, Amerika Serikat
Menyebarkan Pesan Surgawi pada Pekan Raya Holistik
[New Jersey] Untuk menyebarkan ajaran Guru dan Metode
Quan Yin kepada penduduk setempat, para inisiat dari Center New Jersey
kembali berpartisipasi pada Body,
Mind & Spirit Fall Festival (Festival Musim Gugur Tubuh,
Pikiran dan Jiwa), yang diadakan tanggal 19 Oktober 2003, di dekat
Holiday Inn.
Berkat pengaturan Tuhan, stan Center mendapatkan lokasi di
tengah-tengah area kegiatan ini. Foto Guru berukuran besar ditempatkan
pada satu sisi, memberkahi seluruh area ini. Para inisiat bahu-membahu
selama kegiatan ini, dan merasa yakin bahwa keikutsertaan mereka akan
membawa keberhasilan. Seorang wanita pengunjung stan mengatakan bahwa
atmosfer Festival ini penuh damai dan harmoni, sungguh berbeda dengan
pameran serupa yang baru saja dia hadiri. Dia yakin bahwa stan Center
merupakan sumber dari atmosfer yang menyenangkan ini. Para inisiat
memberitahukan kepadanya bahwa semuanya itu berkat cinta dan berkah dari
Guru! Selain itu, seorang staf dari stan lain menunjuk kepada foto Guru
dan berkata, “Wanita timur ini telah dua kali muncul dalam mimpi saya!"
Karena tema utama dari Festival ini meliputi olah rohani, maka
sebagian besar pengunjungnya telah mempunyai pengalaman dengan meditasi
atau pengikut jalan spiritual lainnya. Maka, ketika para inisiat
memperkenalkan Metode Quan Yin, mereka dengan cepat dapat menerima
gagasan ini. Sejumlah tamu membolak-balikkan buku masakan Supreme Kitchen (Dapur Surgawi)
dengan penuh minat, dan merasa kagum setelah mengetahui bahwa bumbu
murni vegetarian dapat digunakan untuk membuat berbagai masakan yang
lezat, penuh aroma dan mengundang selera! Sejumlah orang juga bertanya
tentang alamat Center New Jersey dan jam operasinya, karena mereka ingin
belajar lebih lanjut mengenai Metode Quan Yin.
Dengan berpartisipasi dalam Festival ini, inisiat New Jersey
berharap dapat menyebarkan pesan surgawi kepada dunia sehingga mereka
yang menikmati berbagai kemewahan fisik, juga dapat menaruh perhatian
lebih besar terhadap peningkatan rohani, dan pada akhirnya mencapai
keseimbangan antara pengembangan fisik, mental dan rohani mereka.
Cahaya Guru Membuat Cemerlang Dua Seminar Video yang Sukses
[New Jersey] Selama beberapa tahun ini para inisiat New
Jersey telah menyebarkan ajaran Guru melalui siaran mingguan pada
stasiun TV kabel setempat. Agar mendapatkan waktu tayang yang terbaik
untuk memperkenalkan Metode Quan Yin kepada lebih banyak penonton, maka
para inisiat selalu datang pagi-pagi ke stasiun itu pada saat dilakukan
penentuan jadwal baru untuk jam tayang acara.
Selain itu, pada tanggal 27 September dan 4 Oktober 2003,
Center New Jersey mengadakan seminar video untuk menyebarkan ajaran Guru
di Perpustakaan Monmouth dan Perpustakaan Morris, secara berturut-turut.
Banyak saudara dan saudari sepelatihan terlibat secara aktif dalam
persiapan acara ini, dan sungguh menyentuh hati melihat seorang inisiat
berusia 70-an, yang baru sembuh dari sakitnya, membagikan selabaran dan
memasang poster-poster pada perpustakaan-perpustakaan di area itu. Para
inisiat ingin memasang pengumuman tentang seminar ini di halaman depan
sebuah surat kabar setempat, tetapi ternyata tempat tersebut hanya
disediakan bagi pelanggan dengan jangka panjang. Namun demikian, berkat
pengaturan Tuhan, pada menit-menit terakhir terdapat pemasang iklan
yang membatalkan tempatnya sehingga informasi mengenai seminar ini
dapat ditempatkan di halaman depan surat kabar yang berwarna dan
menarik perhatian.
Di tempat seminar, berbagai karya artistik dan publikasi Guru
dipamerkan, dan para tamu sangat terkesan ketika mengetahui bahwa
lukisan dan lentera panjang-umur yang indah itu dirancang oleh Maha Guru
Ching Hai. Begitu banyaknya peserta yang hadir sehingga tempat duduk
berkali-kali harus ditambah untuk mengakomodasikan peserta. Seusai
acara, diajarkan Metode Kemudahan dan sejumlah peserta mendengar musik
Surgawi selagi bermeditasi dan mereka berhasrat sekali untuk membagikan
pengalaman mereka ini, sementara itu beberapa orang lainnya mengalami
tubuh-cahaya jelmaan Guru.
Para inisiat Center New Jersey menyadari bahwa, sebagaimana
biasanya, hanya berkat berkah dari Guru yang memungkinkan mereka dapat
menyelesaikan pekerjaan mereka dengan lancar dan menbuat seminar
berhasil.
Agenda Acara
Untuk memajukan tingkat spiritual planet kita,
center-center lokal Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai
mengadakan lebih dan lebih banyak lagi seminar video dan acara-acara
berbagi-Kebenaran di seluruh dunia.
Anda diundang untuk bergabung dalam kegiatan ini bersama
teman-teman dan sanak keluarga Anda. Untuk jadwal terbaru dari
kegiatan-kegiatan berbagi-Kebenaran ini, silah kunjungi situs berikut
ini:
http://www.godsdirectcontact.org.tw/eng/latest_news/events-datebook.htm
(Bahasa Inggris)
http://www.godsdirectcontact.org.tw/ch/latest_news/events-datebook.htm
(Bahasa Cina)
Guru Menceritakan Lelucon
Jadilah Seseorang Sebelum Kau Jadi Tak Berarti!
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Florida, AS, 27
Desember 2001 (asal dalam Bahasa Inggris) Kaset Video No. 734
Seorang kardinal mengunjungi suatu gereja dan
sekonyong-konyong ia merasa tergugah untuk berlutut di depan Salib dan
berkata, “Oh Tuhan, kasihanilah aku. Aku sungguh tidak berarti.
Kasihanilah aku.” Dan lalu sang uskup, melihat kardinal melakukan itu,
berlutut di sebelahnya dan berkata, “Oh Tuhan, kasihanilah aku. Aku
tidak berarti. Kasihanilah aku. Aku bukan apa-apa.” Dan lalu pastor
gereja, melihat kardinal dan uskup melakukan itu, berlutut di sebelah
mereka dan berkata, “Oh Tuhan, kasihanilah aku. Aku tidak berarti. Aku
bukan apa-apa.” Dan ada seorang penjaga pintu sedang menyapu lantai, dan
melihat apa yang mereka semua lakukan, ia pun berlutut di depan Salib di
sebelah mereka dan berkata, “Oh Tuhan, kasihanilah aku. Aku bukan
apa-apa. Aku seorang yang rendah; aku tidak berarti.” Dan sang kardinal
melihat kepadanya dan berkata, “Lihat siapa yang mengatakan ia tidak
berarti di sini!” Sungguh, betapa rendah hatinya!
Juri Dengan Suatu Rahasia
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Florida, AS, 11 Juni
2001 (asal dalam Bahasa Inggris)
Suatu ketika adalah seorang juri yang memberitahu hakim bahwa
ia tidak ingin meninggalkan pekerjaannya terlalu lama sewaktu bertindak
sebagai juri dalam suatu kasus. Maka, hakim berkata, ”Tapi, tidakkah
mereka bisa bekerja tanpa hadirnya Anda di sana?” Dan orang itupun
berkata, “Ya, tapi saya tidak mau mereka mengetahuinya!"
Kejutan Pengantin Wanita
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Florida, AS, 13 Juni
2001 (asal dalam Bahasa Inggris) Kaset Video No. 724
Adalah pasangan yang baru saling kenal, dan ketika si pemudi
diperkenalkan kepada keluarga si pemuda, ia sangat terkesan dengan cara
kedua orangtua itu begitu saling mengasihi satu sama lain. Ia terus saja
berkata, “Oh Tuhan! Mereka begitu saling perhatian! Dan ayahmu bahkan
membawakan ibumu secangkir kopi ke tempat tidur setiap pagi.” Si ibu
sangat menyukai itu.
Dan setelah beberapa waktu, si pemudi dan si pemuda pun
bertunangan dan lalu siap untuk menikah. Di perjalanan ke pernikahan, si
pemudi terus saja mengulangi komentarnya tentang betapa saling mengasihi
kedua orangtua si pemuda dan bagaimana si ayah selalu membawakan kopi
ke tempat tidur setiap pagi untuk si ibu. Ia terus saja mengulangi hal
itu, dan lalu ia berkata, “Apakah hal serupa itu berlaku di keluarga?”
Dan si pemuda berkata, “Ya, ya! Memang berlaku pada keluarga, ya. Dan
aku menuruti ibuku!"
Silah kunjungi situs-situs berikut untuk menikmati versi video
yang asli dari lelucon-lelucon ini, dan Anda boleh berbagi riangnya
humor Guru dengan siapapun di sekitar Anda:
http://www.godsdirectcontact.org.tw/eng/news/147/jk1.htm
(Formosa)
http://www.godsdirectcontact.net/eng/news/147/jk1.htm
(AS)
Keluarga Quan Yin
Cerita Robin: Kerinduan Sang Jiwa
oleh Ray dan Julie Dixon, Byron Bay/Northern Rivers,
Australia (asal dalam Bahasa Inggris)
Robin Yeatman, seorang praktisi Metode Kemudahan yang tinggal
di suatu pedalaman (desa) Australia, berjarak sangat jauh dari center
meditasi manapun. Karena itu, dia telah berkomunikasi dengan center
Sydney, Canberra dan Byron Bay/Northern Rivers dengan mengirim email,
meminjam publikasi Guru dan meminta bimbingan rohani.
Robin merasakan suatu tarikan yang kuat dari jiwanya untuk
pemahaman yang lebih mendalam, maka para inisiat setempat
menganjurkannya bersiap-siap untuk menerima Inisiasi penuh kedalam
Metode Quan Yin. Baru-baru ini dia menghubungi Center Byron Bay/Northern
Rivers dengan telepon menanyakan apakah dia boleh datang berkunjung pada
keesokan harinya. Setelah menempuh perjalanan dengan mobil selama tiga
belas jam, akhirnya Robin tiba pada hari Jumat dan tinggal di Center,
menghabiskan akhir pekan dengan menikmati manfaat meditasi kelompok dan
berhubungan dengan rekan-rekan sepelatihan.
Pada hari setelah dia pulang kembali ke rumah, Robin
meninggalkan pesan pada mesin-penjawab-telepon di Center, melukiskan
kegembiraan dan kekaguman yang dirasakannya selama tiga belas jam
perjalanan pulang. Katanya, dia merasakan kedamaian dan ketenangan yang
belum pernah dialami sebelumnya, sebuah pengalaman ajaib tentang
kesejahteraan yang menimbulkan hasrat dalam dirinya untuk segera
menerima inisiasi kedalam Metode Quan Yin, Berikut adalah kata-kata yang
ditulis sendiri oleh Robin, yang dikirim ke Center melalui email.
Permohonan Robin untuk mengunjungi Center:
Sekarang saya telah mulai memenuhi persyaratan tiga bulan
vegetarian tanpa daging, alkohol dan rokok, dan saya merindukan
kedamaian inisiasi. Saya benar-benar merasa sangat lelah dan sedih
dengan kehidupan lama saya dan ingin segera menjadi murid sepenuhnya
dari Guru kita yang terkasih. Saya hanya bisa mengira bahwa ini
merupakan bagian dari rencana Guru yang menciptakan keadaan yang akan
membimbing saya kepadaNya. Saya berbicara kepadaNya dengan cara saya,
tetapi bara api perlu menyatu dalam perapian dengan bara api lainnya;
jika tidak maka ia akan menjadi dingin.
Bolehkah saya datang dan mengunjungi Anda untuk beberapa hari
dan menemui para inisiat lain? Atau mungkin ada retret yang bisa saya
hadiri? Mohon segera dijawab.
Komentar Robin setelah mengunjungi Center:
Bilamana saya teringat akan Anda sekalian, saya terbawa
kembali ke Center dan pemandangan yang luar biasa di lembah seberang.
Sekali lagi terima kasih atas kebaikan kalian pada saat saya sangat
membutuhkannya. Ikatan mata rantai ini – tiap mata rantainya – adalah
sangat penting.
Kedamaian yang dilimpahkan Guru membuat saya senantiasa tenang
dan damai setiap saat.
Saya semakin menyadari akan keajaiban inisiasi saya mendatang,
dengan segala manfaat dan tanggung jawabnya. Hal yang menakjubkan
pertama-tama adalah bahwa seseorang yang penuh kesalahan seperti saya
dapat dikasihi tanpa syarat oleh Makhluk peradaban tinggi seperti Guru
dan kedua, terpilih untuk bergabung dalam lingkaran para suci dalam
kehidupan ini merupakan sesuatu yang sangat sulit untuk dipahami. Rahmat
dari keseluruhan hal tersebut adalah sangat luar biasa. Membayangkan
tidak harus kembali lagi kedunia ini dilain waktu, tidak terperangkap
lagi dalam semua kekacauan dan ilusi - betapa leganya!
Saya akui bahwa saya tidak dapat puas dengan meditasi setengah
jam seperti yang disarankan, saat ini saya membutuhkan lebih banyak lagi
dari itu, dan manfaatnya tampak bertambah seiring dengan berlalunya
waktu. Saya tidak sabar menunggu sampai waktu dimana dua setengah jam
diijinkan!
Para inisiat di Sydney, Canberra dan Byron Bay/Northern Rivers
tergetar hatinya dengan pengalaman Robin, yang merupakan ciri khas dari
seorang pencari yang mengenali siapa sebenarnya Maha Guru Ching Hai.
Dengan bergabungnya setiap jiwa baru kedalam keluarga Quan Yin, kita
teringat akan kerinduan dan kebaktian ilahi yang memberi Guru kesempatan
untuk menyatu dengan Tuhan, yang sekarang Guru bagikan tanpa pamrih
kepada semua makhluk hidup.
Seni Adikarya
Wawancara dengan Maha Guru Ching Hai
oleh seorang wartawan TV Bijorcha
di Ekshibisi Perhiasan Internasional Paris,
24 Januari 1997 (asal dalam Bahasa Perancis dan Inggris)
Kaset Video No. 629
Lahir oleh Inspirasi
Surgawi dari Maha Guru Ching Hai,
Perhiasan Surgawi turun
ke Bumi
Melalui tangan-tangan
terampil para seniman
Untuk menakjubkan
orang-orang di dunia.
Permata jade dan mutiara
yang tak bercacat, agung dan bercahaya;
Emas bertatah batu
permata dan intan berlian, menyilaukan mata.
Dibalik setiap kreasi,
mengandung makna istimewa yang berkesan di hati.
Menyampaikan
kebijaksanaan terdalam dari alam semesta,
Desain-desain Maha Guru
Ching Hai membangunkan
Jiwa dan kekuatan hidup
dari semua umat manusia.
W: Pertama kita mempunyai suatu wawancara yang luar
biasa penting di TV Bijorcha hari ini, wawancara dengan Maha Guru Ching
Hai. Terima kasih atas kedatangan Anda.
G: Terima kasih.
W: Pertama-tama, dapatkah Anda menceritakan kepada
saya, hubungan antara perhiasan Anda dengan perjalanan rohani?
G: Ya! Keindahan, kebajikan dan Kebenaran adalah
simbol-simbol dari semua agama. Maka, bila seseorang menciptakan
benda-benda yang indah, mereka melambangkan sebagian keindahan
Surgawi. Saya pikir mereka juga mengingatkan kita tentang latihan
rohani.
W: Apakah setiap desain perhiasan Anda mempunyai arti?
G: Ya!
W: Maukah Anda memperlihatkan beberapa desain Anda
kepada kami?
G: Ya. Contohnya, perhiasan ini dibuat dengan logo “SM”.
Itu adalah logo kami.
W: Bagaimana caranya logo itu terpilih?
G: “SM” artinya Maha Guru (Supreme Master). Itu
mengingatkan kita bahwa kita adalah Maha Guru. Seperti yang
dikatakan Injil, “Tuhan, Roh Kudus, berdiam di dalam engkau. Engkau
adalah bait Allah."
(Guru memberikan komentar pada desain perhiasan lainnya yang
diambil oleh wartawan.) Itu adalah disain baru: Two Hearts (Dua Hati). Ketika
dua orang saling mengerti secara fisik, mental dan spiritual, mereka
menjadi satu. Sama halnya, kita menjadi satu dengan Tuhan ketika
kita mencapai pencerahan sempurna.
W: Jadi, apa yang sedang saya pegang saat ini adalah
sebuah hadiah untuk mengatakan, “Saya mencintaimu”, betul begitu?
G: Ya, Anda bisa juga menggunakannya untuk pernikahan.
W: Itu yang ingin saya katakan. Sungguh
indah. Dibuat dari bahan apakah? Apakah dari emas?
G: Itu adalah dari emas padat dan intan permata.
Setiap perhiasan yang kami buat adalah dari batu berharga dan emas asli,
umumnya 24, 22, atau 23 karat. Kami tidak menggunakan sesuatu yang
tidak asli. Itu bukan dilapisi emas tetapi emas padat.
W: Dalam bahasa Perancis, kami mengatakannya, “Itu
sungguh-sungguh benda yang bernilai."
G: Itu benar.
W: (Menunjuk ke arah sebuah gelang) Gelang itu
sungguh bagus. Menakjubkan!
G: Itu untuk perempuan.
W: Ketika Anda menciptakan perhiasan, apakah Anda
berada dalam keadaan tertentu, atau Anda diinspirasi oleh kejadian
tertentu?
G: Saya diinspirasi oleh Tuhan.
W: Apakah itu juga terjadi ketika Anda menulis buku
atau melukis lukisan?
G: Ya. Saya belum pernah mempelajari desain
sebelumnya, tetapi setelah bermeditasi bertahun-tahun, saya menjadi
terinspirasi. Dan sekarang saya bisa mengerjakan berbagai hal
seperti mendesain baju, mendesain perhiasan, melukis dan banyak lagi hal
lainnya.
W: Kalung besar disebelah sana juga sangat
bagus. Apakah juga terbuat dari emas? Bisakah Anda
menceritakannya?
G: Desain ini dinamakan The
Hidden Force Connection (Hubungan Kekuatan yang
Tersembunyi). Batunya adalah batu opal asli Australia dan
kalungnya adalah dari emas asli dengan penataan yang berbeda.
(Guru menunjuk ke berbagai bagian yang berbeda dari kalung itu.)
Contohnya, emas ini sedikit kusam dan terlihat asli, dan emas ini lebih
bersinar. Itu hanya untuk menciptakan penampilan yang berseni dan
menarik perhatian dan juga untuk mewakili kekuatan positif dan negatif,
yang kita sebut Yin dan Yang.
W: Dengan demikian seseorang menemukan kembali
spiritualitas?
G: Ya. Berlian mewakili Jati Diri kita yang sebenarnya,
yang tidak termusnahkan selama-lamanya. Kami mencari dan memilih
warna dan kualitas yang terbaik dari batu opal seperti yang Anda
lihat. Sangat jarang untuk bisa mendapatkan batu opal yang besar
dengan warna yang indah seperti ini.
W: Mari kita lanjutkan dengan desain-desain
Anda. Apakah pemilihan warna sangat penting?
G: Ya. Jika tidak, tentu tidak menarik.
W: Ya, tentu saja. Saya coba ubah kalimat
pertanyaan saya: Apakah warna yang dipilih, mengandung suatu arti?
G: Ya, ya! Itu juga mempunyai arti. Contohnya,
ini adalah intan putih yang sempurna dan batu jade hitam. Itu
mewakili Surga dan Bumi. Dan ini, seluruh kreasi, dinamakan To the Other Shore (Ke Pantai Seberang)
seperti sebuah perahu yang membawa orang ke pantai seberang.
W: (Sambil mengangkat kalung Ke Pantai Seberang ke arah
kamera) Saya pikir kita harus menunjukkan yang satu ini karena
sungguh-sungguh indah sekali.
G: Ya, itu adalah Ke
Pantai Seberang. Itu seperti Metode pembebasan yang
sempurna. Sebagaimana kami mengajari orang bagaimana bermeditasi
dan menemukan kedamaian diri mereka sendiri serta pembebasan dalam
kehidupan ini, perahu itu mewakili sesuatu yang membawa orang ke
seberang laut dengan aman, melalui gelombang, badai dan sebagainya.
W: Jika saya memakai perhiasan seperti ini, apakah
saya akan merasa lebih baik?
G: Anda akan diingatkan kepada keagungan diri Anda
sendiri; Anda akan diingatkan kepada kebebasan Surgawi. Dan
itu akan membuat Anda lebih terinspirasi untuk belajar berlatih
bagaimana menyempurnakan diri sendiri sampai Anda menjadi seorang guru
dari diri Anda sendiri. Kemudian Anda akan melupakan
masalah-masalah dunia ini. Anda akan terangkat dan berada di atas
semua masalah-masalah seperti halnya sebuah perahu berada di atas laut.
Wawancara dengan Maha Guru Ching Hai
oleh Le Figaro, Radio Internasional Perancis (RFI),
dan Radio Enghienn,
24 Januari 1997 (asal dalam Bahasa Perancis dan Inggris)
Kaset Video No.629
W1: Perhiasan Anda seperti membawa kita kepada dunia
lain. Apakah dunia itu merupakan dunia yang nyata?
G: Itu yang paling nyata. Sebenarnya, setiap Guru dan
setiap kitab suci agama telah memberitahukan kepada kita bahwa dunia ini
tidak nyata. Dan dunia yang ingin kita tuju, mengarah kedalam,
seperti yang diarahkan oleh Yesus atau Nabi Muhammad atau Buddha, itu
adalah dunia yang nyata. Itu dunia nyata yang bisa kita temukan
pada saat kita hening berkontemplasi, dan perhiasan ini hanya sebagai
suatu ingatan akan keindahan didalam diri kita.
W1: Mengapa Anda berbuat sedemikian jauh dengan
memberikan arti bagi setiap perhiasaan?
G: Karena saya berpikir bahwa maksud termulia dari hidup
ini adalah untuk menemukan Kerajaan didalam diri kita, menemukan
kebijaksanaan atau Ketuhanan di dalam diri kita. Jadi, segala
sesuatu yang bisa kita lakukan, yang dapat membawa kita kepada Kerajaan
ini adalah jalan yang sempurna. Apakah itu perhiasaan, pakaian,
cara kita menjalani hidup kita, segala sesuatu yang kita kerjakan harus
membawa kita kepada ingatan akan Kerajaan Allah. Itu harus menjadi
tujuan dari hidup kita.
W1: Apakah perhiasan Anda mempunyai pengaruh bagi
orang yang memakainya atau orang yang berada disekelilingnya?
G: Saya pikir orang-orang juga mempengaruhi diri mereka
sendiri. Jika mereka memilih perhiasan semacam ini, itu berarti
mereka telah memiliki kecenderungan semacam ini. Mereka ingin
mengingat Kerajaan Tuhan; mereka ingin mengingatkan diri mereka sendiri
dan melingkungi diri mereka dengan keindahan Surgawi.
W1: Seberapakah kuatnya agama dan Buddha menginspirasi
pekerjaan Anda?
G: Bukan hanya Buddha. Saya adalah murid dari
Guru-guru yang agung : Yesus, Nabi Muhammad, Buddha, sebutkan
saja. Karena semua makhluk Surgawi yang agung, Guru ilahi seperti
Yesus, Buddha dan sebagainya, semua mengajarkan kita hal yang
sama. Mereka mengajar kita menjadi tamu yang baik di Bumi,
menjalani hidup yang layak sebagai manusia, dan mengingat asal kita,
yaitu Kerajaan Tuhan atau Tanah Buddha. Semua ini diberi nama yang
berbeda-beda, namun mereka semua sama bagi saya.
W1: Apakah kata yang tepat untuk koleksi ini, apakah
disebut “Tuhan”? Apakah disebut “kebijaksanaan”? Apakah
disebut “Surga”? Apakah kata yang paling tepat?
G: Kami menyebutnya “Perhiasaan Surgawi”, “Koleksi
Keindahan Surgawi”. Contohnya, kami mempunyai seluruh koleksi
pakaian dan barang-barang interior seperti lampu-lampu dan
lukisan-lukisan. Segala sesuatu yang saya lakukan diinspirasi dari
Surga. Saya tidak berpikir bahwa saya, sebagai yang fana, mampu
menciptakan barang-barang yang begitu indah. Semua itu diinspirasi
dari Surga jadi kami menamakannya “Koleksi Keindahan Surgawi."
W1: Pakaian, perhiasan, puisi: Anda kelihatannya
tertarik pada segala sesuatu. Apakah Anda mempunyai sesuatu yang
lebih Anda sukai, atau Anda menyukai segala sesuatu?
G: Saya sebenarnya menyukai segala sesuatu yang telah saya
kerjakan. Karena itu bukan saya yang melakukannya; Itu
adalah sang Bapa didalam yang menginspirasi saya dan membantu saya untuk
merealisasikannya. Karena saya tidak pernah mempelajari semua ini
sebelumnya; saya tidak pernah belajar dalam bidang melukis atau
desain atau perhiasan atau pakaian. Saya tidak pernah mempunyai
ide atas semuanya ini; itu terjadi setelah latihan meditasi yang
bertahun-tahun, dari masuk kedalam dan menemukan kebijaksanaan.
W1: Apakah tujuan dari perhiasan yang Anda ciptakan?
G: Maksud yang pertama-tama adalah untuk mengingatkan orang
akan keindahan Surga. Itulah sebabnya setiap desain mempunyai
namanya sendiri-sendiri. Nama pada umumnya adalah Perhiasan
Surgawi, dan setiap desain mempunyai nama yang sangat spiritual
seperti To the Other Shore (Ke
Pantai Seberang), atau Liberation
(Pembebasan), atau Wisdom
Eye (Mata Kebijaksanaan), atau The Future Buddha (Buddha Masa Depan),
atau Meditating Quan Yin
(Meditasi Quan Yin), atau Bodhidharma,
atau God’s Child (Anak Tuhan),
atau Little Angel (Malaikat Kecil)
dan sebagainya. Semuanya ini adalah nama-nama mulia dari Surga
untuk mengingatkan kita tentang Hakikat kita yang didalam.
Dan maksud yang kedua adalah untuk mencari nafkah bagi diri
saya sendiri sehingga saya tidak harus tergantung pada murid-murid saya
karena saya tidak pernah mengambil donasi. Tentu saja, perhiasan,
pakaian dan lukisan menghasilkan banyak sekali uang. Dan uang ini,
saya ingin memberikannya kepada orang yang tertimpa musibah atau yang
membutuhkannya, seperti orang yang miskin atau dalam keadaan darurat.
W1: Berapa lama waktu yang Anda perlukan untuk mencipta?
G: Setiap kreasi adalah berbeda. Beberapa memerlukan
waktu lebih lama, beberapa memerlukan waktu yang lebih singkat. Yang
terlama adalah sekitar seminggu, dan yang tersingkat mungkin sehari atau
bahkan setengah jam; itu tergantung. Kadang-kadang, saya
sangat terinspirasi: Dalam satu hari, saya bisa membuat sekitar
sepuluh atau dua puluh desain atau sepanjang malam mungkin tiga puluh
desain pakaian. Pada saat itu saya tidak tidur sepanjang malam.
Saya bekerja dari senja sampai dini hari berikutnya.
W1: Kami tahu bahwa Anda sangat sibuk. Bagaimana
Anda mempunyai waktu untuk mengerjakan itu?
G: Karena seperti yang saya katakan, kadang-kadang saya
terinspirasi. Saya bisa bekerja sepanjang malam dan sepanjang hari
dan kemudian menyelesaikan satu bagian dengan sangat cepat. Dan
saya mengerjakannya jika saya mempunyai waktu. Jika Anda ingin
mengerjakan sesuatu, Anda akan mendapatkan waktu untuk mengerjakannya.
W1: Apakah inspirasi artistik itu juga menular ke
murid-murid Anda; apakah mereka menjadi orang-orang yang memiliki bakat
seni juga?
G: Ya! Beberapa dari mereka juga tiba-tiba menjadi
seniman dalam waktu semalam. Dan mereka tiba-tiba menulis puisi,
atau tiba-tiba tahu bagaimana caranya melukis atau mendesain baju
mereka. Itu sangat bagus. Itu sesungguhnya bukan “menular”; dengan
meditasi, dapat mengeluarkan kemampuan yang terbaik dari orang-orang
pada waktunya.
W1: Apakah Anda pernah merujuk pada apa yang dikerjakan
oleh para desainer lain dan belajar dari mereka?
G: Tidak. Saya tidak melakukan itu sebelumnya.
Saya tidak pernah terpikirkan (untuk melakukan itu). Saya hanya
melakukannya dari inspirasi kreatif saya sendiri. Akan tetapi,
sesudah saya menciptakan barang-barang dalam berbagai bidang, dan tentu
saja secara kebetulan, saya akan berhubungan dengan banyak seniman
lainnya, dan adakalanya kami akan saling bertukar ide. Tetapi itu
terjadi sesudahnya dan merupakan konsekuensi dari ekshibisi saya atau
objek-objek kreativitas saya.
W1: Mengenai sumber inspirasi Anda, darimana datangnya
visi Anda dan warna-warnanya?
G: Dari dalam, dari dalam otak saya! Kadang-kadang
warna dan gambar muncul sebelum saya bisa melukiskannya. Karena
itu, saya harus melakukannya dengan cepat sebelum saya lupa.
W1: Saya mempunyai satu pertanyaan teknis mengenai
perhiasan Anda; Saya tahu bahwa inspirasi itu adalah sangat
penting bagi Anda, tetapi apakah Anda juga menaruh perhatian terhadap
materi yang dipakai seperti intan dan sebagainya?
G: Ya, kami juga menaruh perhatian terhadap detil seperti
pemilihan materi. Contohnya, kami mempergunakan yang terbaik, emas
yang paling terkenal dan batu yang paling bagus, dan kami memilih
warna-warnanya. Contohnya, ini (sambil menunjuk kepada salah satu
batu opal pada kalung Hubungan
Kekuatan Tersembunyi) adalah warna yang sangat jarang ada, dan
ukurannya juga sangat jarang. Untuk mempunyai satu potongan yang
begitu besar dan begitu bagus adalah sangat jarang. Sedangkan untuk emas
dan semua batu berlian dan batu mulia, kami memilih yang terbaik untuk
mewakili kualitas Surgawi yang tak bercacat.
W2: Saya ingin mengetahui apakah Anda memberikan makna
bagi setiap perhiasan Anda. Contohnya, jika Anda melihat sebuah
perhiasan yang tidak Anda buat, apakah Anda akan memberikan suatu arti
untuk perhiasan itu, meskipun itu bukan Anda yang buat?
G: Ya, saya pikir bahwa jika seorang artis menciptakan
sendiri desain perhiasannya, dia adalah satu-satunya orang yang
mempunyai hak memberikan arti untuk perhiasan itu. Jadi, saya
tidak turut campur tangan dengan kreasi orang-orang dan inspirasi mereka
atau hak mereka atas pemikiran mereka. Saya hanya melihatnya sebagai
suatu bentuk karya seni. Dan jika si pencipta perhiasan itu memberi arti
pada perhiasan itu, maka saya menerimanya. Tetapi saya tidak akan
memberikan interpretasi saya atas inspirasi orang-orang dalam bentuk
perhiasan, ataupun bentuk karya seni lainnya.
W2: Terima kasih.
G: Sama-sama. Sudah cukup?
W2: Ya. Hanya saja saya mempunyai pertanyaan
lainnya; Saya ingin tahu jika saya memperlihatkan kepada Anda
cincin saya, maukah Anda memberi arti padanya?
G: Apakah Anda menciptakannya sendiri?
W2: Oh, tidak! Sama sekali tidak.
G: Saya pikir bahwa saya tidak berhak untuk memberi suatu
arti atas situasi pikiran orang lain. Anda harus meminta kepada si
pencipta perhiasan ini untuk memberinya arti. OK? Saya pikir
kita harus menghormati inspirasi pribadi dan tendensi artistik dari
setiap individu. Saya tidak selalu memakai perhiasan yang telah
saya ciptakan; saya memakai ciptaan siapapun juga. Jika saya
melihat sesuatu yang bagus dan cocok untuk suatu kesempatan, saya
kadang-kadang akan membelinya. Dan kadang-kadang saya membeli
barang-barang untuk diberikan kepada orang-orang. Tetapi saya tidak
memberikan arti untuk setiap benda seperti itu; saya hanya membelinya
saja.
W2: Saya bertanya-tanya apakah Anda mau menceritakan dan
memberitahukan kami mengapa Anda memakai koleksi perhiasan yang Anda
pakai hari ini?
G: (Merujuk ke kalung dan anting-anting dari seri Hubungan Kekuatan Tersembunyi yang
sedang Guru pakai). Hari ini hanya secara kebetulan saya memakai
warna hijau, (hampir) sama dengan warna batu opalnya, jadi saya
pikir keduanya serasi. Saya biasanya memadukan segala sesuatu
untuk menciptakan penampilan yang harmonis sehingga saat orang melihat
saya, mereka akan melihat satu kesatuan dan bukan suatu yang kontras
atau energi yang berlawanan yang mengelilingi saya, dan sedemikian
sehingga segala sesuatu yang saya pakai mewakili kedamaian dan harmoni
baik didalam maupun diluar.
W2: Dan material apakah yang mewakili kesempurnaan bagi
Anda, atau apa yang lebih Anda sukai; Apakah itu intan, emas atau
apa?
G: Saya pikir segala sesuatu yang Tuhan ciptakan, bahkan
sebuah batu kerikil, adalah sempurna sebagaimana adanya. Hanya
saja di dunia ini kami memilih batu-batuan yang jarang ada dan lebih
bersinar untuk mewakili kualitas batin kita yang bersinar. Demikian
juga, saya harus memilih mereka; contohnya, intan permata, batu opal,
batu rubi dan lain-lainnya. Karena orang-orang di dunia menyukainya,
saya tidak bisa memberikan kepada orang-orang barang yang tidak mereka
sukai. Saya harus berkreasi dengan barang-barang yang orang sukai
dan juga terbiasa dengannya.
Alasan orang-orang menyukai objek yang bercahaya adalah bahwa
bagaimanapun juga jauh di lubuk hati, mereka masih ingat akan kualitas
bercahaya atau Sinar didalam diri. Itulah sebabnya orang-orang
menyukai intan dan batu rubi, bukan untuk memiliki benda-benda ini
tetapi oleh karena kerinduan dalam jiwa mereka untuk kembali kepada
Cahaya, kepada kualitas abadi dan berkilau dari Kerajaan batin
kita. Demikian juga halnya, saya memakai benda-benda yang lestari
ini.
W2: Apakah “Cahaya” ini merujuk kepada Cahaya yang
menyentuh Anda, seperti yang Anda juga singgung tentang Buddha?
G: Itu adalah Cahaya batin. Dan Buddha mempunyai
Cahaya yang bercahaya di sekeliling kepalaNya seperti yang Anda lihat
dalam gambar, Yesus juga mempunyai halo di sekelilingNya dan
lain-lainnya. Semua orang Suci, saat digambarkan dalam gambar
orang Suci atau patung orang Suci, mempunyai sinar halo di sekeliling
mereka. Mereka sungguh-sungguh memilikinya. Kadang-kadang
kita bisa melihatnya dengan mata kebijaksanaan kita bahwa seorang yang
Suci memiliki sinar di sekelilingnya. Kita semua mempunyai cahaya
yang berbeda. Beberapa orang mempunyai cahaya ungu dan beberapa
mempunyai semacam cahaya hitam. Tetapi Guru spiritual mempunyai
cahaya yang lebih terang, sangat terang.
Jadi, kebanyakan manusia menyukai intan permata, batu rubi,
safir dan lain sebagainya karena mereka bercahaya. Mereka
sungguh-sungguh menyerupai Cahaya yang ada di dalam diri kita ketika
kita memperoleh pencerahan. Oleh sebab itu kita menyebutnya
“Pen-cerah-an”, yang berarti terang (cahaya), kita tercerahkan.
Itulah sebabnya orang menyukai intan dan batu rubi; saya pikir
alasan yang lebih dalam adalah bahwa orang menyukai Cahaya di dalam diri
mereka sendiri dan mereka rindu untuk mengenalinya kembali. Mereka
telah melupakannya dan mereka ingin mengingatnya kembali. Itulah
sebabnya orang menyukai intan dan objek bercahaya lainnya seperti emas,
perak, safir dan lain-lainnya.
W2: Dan mungkin karena itu lestari, dan mereka
menginginkannya abadi dengan memakai perhiasan.
G: Ya! Karena itu lestari, dan Jati diri kita sendiri
adalah lestari. Jadi, bila orang-orang menyukai semua perhiasan ini,
seperti intan dan emas dan lain-lainnya, saya pikir mereka hanya rindu
untuk mengingat kembali Diri mereka yang lestari, jiwa yang ada di dalam
diri mereka sendiri. Jadi, itu sungguh-sungguh bukan materi yang
mereka sukai. Itu adalah ingatan spiritual, kenangan di balik semua
objek yang bercahaya ini yang membuat orang sangat menyukai mereka,
bukan hanya perhiasan saya melainkan setiap perhiasan. Saya pikir
bahwa alasan orang menyukai perhiasan yang berkilau adalah karena itu
mengingatkan mereka akan kualitas bercahaya yang ada dalam diri mereka.
The Future Buddha (Buddha Masa Depan)
The Hidden Force Connection (Hubungan Kekuatan Tersembunyi)
To the Other Shore (Ke Pantai Seberang)
Liberation (Pembebasan)
Wisdom Eye (Mata Kebijaksanaan)
Meditating Quan Yin (Meditasi Quan Yin)
Bodhidharma
God's Child (Anak Tuhan)
Little Angel (Malaikat Kecil)
Didesain oleh Maha Guru Ching Hai
Jadilah seseorang yang dalam Kebenaran, bijak, indah dan baik
didalam maupun diluar.
Kemilau Keabadian
Mendengarkan Bintang-Bintang
oleh saudari inisiat Eva, Sofia, Bulgaria (asal dalam Bahasa
Inggris)
Guru pernah memberikan jawaban sebagai berikut
terhadap pertanyaan tentang apakah Ia akan menunjukkan kepada kita
bagaimana caranya mendengarkan bintang-bintang: “Ya, itulah yang ingin
saya lakukan."
Antoine de Saint-Exupery (1900 ~ 1944) adalah seorang
penerbang dan pengarang terkenal. Tulisannya memiliki kualitas musik dan
puisi yang muncul dari hatinya dan angan-angannya untuk berhubungan
dengan aspek keberadaan manusiawi yang paling dalam. Misalnya, dalam
salah satu karyanya, Saint-Exupery menyatakan, “Hanya dengan hati,
barulah seseorang dapat melihat dengan sebenarnya; apa yang merupakan
pokok, tidak tampak oleh mata."
Selagi bekerja sebagai pilot pesawat penghantaran surat,
Saint-Exupery terpesona kepada bintang-bintang. Dia setiap saat berusaha
untuk melihat bintik-bintik kecil itu yang berkerlap-kerlip di malam
hari. Bintang-bintang adalah “jiwa-jiwa yang telah terjaga”, tulisnya,
yang ingin sekali menemukan rahasia kehidupan dan menolong umat manusia
mendapatkan pengetahuan ini juga. Dia juga sagat memahami gurun pasir,
dan memasuki ketentraman yang mendalam sewaktu dia melintasi daerah
Afrika Utara yang tandus, yang hanya didiami sedikit makhluk hidup.
Selagi menulis, Antoine de Saint-Exupery terus-menerus menembusi bawah
sadarnya dan melakukan introspeksi terhadap hidupnya. Fokusnya yang
mengarah kedalam batin ini memberikan warna filosofis dalam tulisannya,
tetapi gayanya bersifat ringan dan sederhana. Bila membaca
karya-karyanya, seseorang dapat berpetualang bersama sang pengarang ke
titik terjauh dari planet ini dan pada saat yang sama memasuki kedalaman
diri.
Kematian Saint-Exuperry masih merupakan suatu misteri. Suatu
hari, dia menaiki pesawatnya, terbang dan tidak pernah mendarat lagi.
Setahun sebelumnya, tahun 1943, dia menulis buku The Little Prince (Sang Pangeran
Kecil), yang merupakan bukunya yang paling banyak dibaca. Ceritanya
mengenai seorang pilot yang mengalami kecelakaan pesawat di gurun pasir
dan sendirian tanpa makanan atau minuman. (Sebenarnya, Saint-Exupery
telah mengalami hal ini dalam kehidupan yang nyata). Kemudian, seorang
Pangeran Kecil dari asteroida kecil yang terletak jauh dari Bumi,
muncul di hadapannya dan sang pilot memulai percakapan, melupakan
segala kesulitannya. Mereka berbicara dalam bahasa kiasan, menyentuh
pertanyaan yang paling penting mengenai keberadaan manusia.
Pada akhir cerita, anak laki-laki misterius ini pergi, dan
sang pilot berhasil memperbaiki pesawatnya dan semuanya menjadi baik.
Meskipun demikian, sebagaimana seseorang yang ingin menangis karena
kehilangan yang mendalam; karena selama berbincang dengan Pangeran
Kecil, sang pilot dapat berhasil melampaui keberadaan duniawinya, tidak
lagi disibukkan dengan perjuangan hidup dan memperoleh pemahaman yang
lebih dalam mengenai kehidupan. Dia kembali ke dunia biasa ini “dengan
selamat dan baik” tetapi dia terus merindukan untuk dapat berhubungan
dengan dimensi lain yang telah ditemukannya. Setidaknya sang Pangeran
Kecil telah berjanji bahwa mereka akan selalu dapat saling berhubungan
melalui senandung suara bintang-bintang: “Sekarang kesedihan saya
mendapatkan sedikit penghiburan. Maksudnya - tidak sepenuhnya. Tetapi
saya tahu bahwa dia kembali ke planetnya, karena saya tidak menemui
tubuhnya pada waktu fajar. Tubuhnya tidaklah berat dan pada malam hari
saya suka mendengarkan bintang-bintang. Suaranya seperti bunyi 500 juta
bel kecil. "
Dalam nada yang sama, Guru pernah menjawab sebagai berikut
terhadap pertanyaan tentang apakah Ia akan menunjukkan kepada kita
bagaimana caranya mendengarkan bintang-bintang: “Ya, itulah yang ingin
saya lakukan.” Sewaktu mendengar perkataan Guru ini, saya segera
berpikir tentang Saint-Exupery dan menyadari wahyu yang diperolehnya di
gurun pasir. Karena itu, medtiasi kepada Suara batin secara puitis dapat
dikatakan sebagai “mendengarkan musik bintang-bintang”. Kalimat terakhir
dalam karangan itu berbunyi sebagai berikut:
"Lihatlah [pemandangan di sekeliling] dengan penuh perhatian
agar engkau yakin dapat mengenalinya kalau-kalau engkau suatu hari
bepergian ke gurun Afrika. Dan, jika engkau menemukan tempatnya,
janganlah bergegas pergi. Tunggulah beberapa saat, persis di bawah
bintang. Kemudian, jika orang kecil itu, yang tertawa, yang mempunyai
rambut keemasan dan menolak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, engkau
akan tahu siapakah dia. Jika hal ini terjadi, hiburlah saya. Beritahukan
saya bahwa dia telah kembali."
Maka, hari ini saya dedikasikan baris-baris berikut ini kepada
salah seorang pengarang favorit saya:
Antoine de Saint-Exupery yang
terhormat,
Saya tidak tahu dimanakah
sekarang engkau berada, tetapi saya berharap bahwa kata-kata penghiburan
saya ini dapat sampai kepadamu. Ya, sang Pangeran Kecil telah kembali,
dan pada saat ini terdapat banyak orang yang dapat mendengar musik
bintang-bintang bersamamu. Bintang-bintang berbicara kepada kami dalam
berbagai suara melodi, dan Pangeran Kecil kami adalah seorang yang
menawan, penuh suka cita dan penuh karisma sebagaimana yang engkau
harapkan!
Kepada Maha Guru Ching Hai:
Dalam Kehampaan,
Suaramu bergema.
Dalam Kedamaian,
Kami melihat tanda-tandaMu.
Ijinkanlah aku masuk
Kedalam gema
Panggilan yang panjang ini
Panggilan …
Tanya Jawab pilihan
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Los Angeles, CA,
Amerika Serikat, 14 Maret 1996 (asal dalam Bahasa Inggris) Kaset Video
No.537b
T: Sebagai praktisi spiritual, kita semua mencoba untuk
mencerahkan diri kita dengan bermeditasi. Selain meditasi untuk
meningkatkan tingkatan kita, hal apa lagi yang dapat kita lakukan untuk
meningkatkan diri kita sebagai penduduk Dunia ini?
G: Meditasi, dan kemudian kalian akan tahu apa yang harus
kalian kerjakan. Umumnya, seperti itu. Semua yang saya lakukan sekarang,
yang kalian sukai atau setujui, berasal dari buah meditasi saya. Jangan
dibalik – jangan bekerja dulu dan kemudian baru bermeditasi, atau pada
waktu bersamaan. Kadang kala semua jawaban datang melalui meditasi, lalu
segala tindakan kalian akan diatur oleh kebijaksanaan.
Itulah yang terbaik, Meditasi terlebih dahulu, dan segalanya
akan datang kemudian. Jangan khawatir, mereka akan datang. Yang perlu
dikhawatirkan adalah apakah meditasi kalian sudah cukup.
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Retret Internasional
6-hari, Center Young Dong, Korea, 12 Mei 2000 (asal dalam Bahasa
Inggris) Kaset Video No. 701
T: Saya baru saja terpikir bahwa banyak karma di dunia
ini berasal dari pembunuhan dan penderitaan binatang. Jadi, jika kita
dengan perlahan menyebarkan informasi tersebut, maka itu akan mengakar,
lalu dengan berjalannya waktu akan lebih sedikit binatang yang terbunuh,
dengan demikian akan menghasilkan karma yang lebih baik bagi
keseluruhan planet. Dan hal tersebut mungkin akan memperbaiki banyak hal
juga.
G: Semua orang telah mengetahuinya. Sekarang, hampir semua
orang di planet ini menyadari manfaat dari vegetarian. Tugas kita bukan
untuk mempromosikan diet vegetarian; diet vegetarian adalah sebuah
syarat yang harus ada jika kita berhasrat akan spiritualitas. Dan barang
siapa yang rindu untuk mengenal Tuhan, akan dapat menerima diet
vegetarian.
T: Jika orang tidak menerima Tuhan tapi setidaknya
menerima diet vegetarian, akankah hal tersebut akan membawa perbaikan,
bagaimana pendapat Anda?
G: Tidak, tidak banyak. Yang penting adalah motivasi
dibalik diet vegetarian. Jika mereka tidak membuka cinta kasih yang ada
di dalam diri mereka, diet vegetarian hanyalah sekedar perbuatan kosong.
Jadi, dorongan spiritualitas harus ada dibelakang segala hal yang kita
lakukan, bukannya semua yang kita lakukan ada dibelakang motivasi
spiritual. Yang terutama adalah membuka cinta kasih didalam diri
manusia. Dan semua yang saya lakukan adalah membangkitkan kesadaran akan
cinta kasih didalam diri mereka. Sekali mereka rindu untuk
mengetahuinya, hal lainnya akan datang secara alami.
T: Ya, itu merupakan tujuan yang lebih indah dan mulia.
G: Kalau tidak, kalian dapat saja memberitahu orang akan
manfaat menjadi vegetarian, seperti hidup lebih sehat, menyelamatkan
planet dan sebagainya. Bukan apa yang kalian lakukan; tetapi energi dari
motivasi.
T: Saat saya tidur di suatu malam, saya melihat beberapa
sapi dan babi di dalam mimpi, dan perasaan saya mengatakan bahwa mereka
menginginkan saya untuk mempromosikan vegetarian, karena ini akan
membantu mereka.
G: Baiklah, Anda dapat mencobanya. Anda dapat pergi ke
stasiun TV dan bicara mengenai hal ini. Masing-masing dari kita dapat
melakukan hal yang berbeda-beda.
T: Babi dan sapi kan juga merupakan makhluk hidup?
G: Ya, mereka mungkin mempunyai jodoh dengan Anda, dan Anda
adalah penyelamat mereka. Jadi mengapa Anda tidak melakukan sesuatu?
T: OK, baiklah. Terima kasih, Guru.
G: Terima kasih kembali. Masing-masing dari kita dapat
memilih arah yang berlainan. Ini juga baik. Tiap-tiap orang dapat
melakukan sesuatu. Beberapa dari saudara dan saudari kita membuat
makanan vegetarian. Itu juga baik. Masalahnya adalah, jika Anda menyuruh
saya muncul di TV dan hanya berbicara mengenai makanan vegetarian, lalu
hanya itu yang ada dalam pikiran orang-orang. Lalu, kapan pun mereka
mendatangi saya, mereka hanya menanyakan mengenai vegetarian; yang mana
hanya merupakan bagian kecil dari pekerjaan saya. Jadi, jika saya
menjadikan vegetarian sebagai hal yang utama, tentu saja itu akan
membantu, akan tetapi ini akan terlalu lambat, dan saya mungkin saja
meninggal sebelum saya dapat menyelamatkan jiwa-jiwa mereka. Jadi,
beberapa dari kalian dapat melakukannya jika kalian suka. Beberapa orang
dapat bergabung dengan gerakan “Berhentilah Merokok”, beberapa dapat
menasehati orang untuk mengikuti diet vegetarian dan sebagainya. Itu
boleh saja.
Mutiara Kebijaksanaan
Kuburan Bukanlah Tempat Kediaman Sejati Bagi Orang Yang
Meninggal Dunia
Kebanyakan orang justru melakukan demikian,
berjalan tanpa henti di jalan kehidupan, tetapi tidak tahu di mana
“rumah” mereka berada. Saat meninggal, mereka mengatakan mereka
“pulang” tetapi ke rumah yang mana?
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Hsihu, Formosa, 17
September 1995 (asal dalam Bahasa Cina) Kaset Video No. 500
Saat seseorang meninggal, apakah dia seorang raja atau
siapapun lainnya, tubuh jamaninya akhirnya dimakan oleh hewan,
dihabiskan serangga dan kemudian hancur bersama waktu. Akhirnya, kembali
ke alam dan tak seorang pun yang dapat mempertahankannya. Walaupun para
raja Mesir kuno atau negara-negara lain berusaha mengawetkan jenazah
mereka, mengubahnya menjadi mumi dengan obat-obatan, tubuh yang telah
dimumikan ini tetap saja berbeda daripada tubuh mereka sebelum
meninggal. Kecuali untuk penelitian kepurbakalaan, mumi tidak memiliki
arti.
Ahli purbakala sering menghamburkan banyak uang, tenaga dan
waktu, hanya untuk menggali jenazah dari dua ribu tahun yang lalu,
kemudian mengembalikannya dan memamerkannya untuk pertunjukan. Kadang
kala orang-orang sungguh aneh; mereka melakukan banyak hal aneh atas
dasar rasa ingin tahu. Mereka selalu memperbincangkan tentang kelaparan,
membicarakan tempat ini membutuhkan uang dan tempat itu membutuhkan
makanan, tetapi mereka mengabaikan berbagai bencana alam yang terjadi
dimana-mana, dan malahan memperhatikan jenazah dan hewan prasejarah.
Untuk menggali fosil dinosaurus dan kerangka jenazah manusia, mereka
menghamburkan banyak uang, membahayakan hidup banyak orang dan membuka
diri mereka terhadap resiko infeksi bakteri.
Dalam menggali barang-barang ini, mereka kadang kala juga
menggali virus-virus yang berbahaya, dan tidak mungkin memperkirakan
hal-hal demikian. Saat orang-orang berpetualang memasuki rimba primitif
demi kayu, mereka mungkin juga terkena kuman yang ada di sana.
Kuman-kuman ini telah tersembunyi dalam rimba selama ribuan tahun, dan
tidak pernah berhubungan dengan manusia sehingga sekali manusia
terjangkiti, sangat sulit pengobatannya. Tetapi, orang-orang membiarkan
kuman menyebar melalui penggalian dan penebangan pohon yang serampangan.
Itu sebabnya kita memiliki demikian banyak penyakit yang tidak dapat
disembuhkan saat ini.
Ada banyak hal mengerikan yang terjadi! Kuman dan racun
ditempatkan dalam sebagian kuburan untuk mencegah para pencuri mengambil
hiasan dan perhiasan di dalamnya. Memang, perhiasannya masih mungkin
dicuri, pada akhirnya. Mungkin kuman itu hanya menjangkiti beberapa
perampok kuburan dan mengecualikan yang terakhir sehingga dia mampu
melarikan harta karunnya. Tetap saja, masih banyak kejahatan dilakukan
terhadap dunia dengan cara demikian.
Orang-orang di planet ini melakukan banyak hal yang jungkir
balik. Saat yang paling penting bagi manusia adalah saat kita masih
hidup. Maka, kita seharusnya merawat baik tubuh kita, menjaganya tetap
sehat dan melakukan berbagai hal yang bermanfaat bagi masyarakat dan
bermanfaat bagi kehidupan kita sehingga kita dapat hidup bahagia. Selain
itu, kita harus menghargai satu sama lain saat kita masih hidup daripada
membuat keributan besar saat orang meninggal, mengacaukan lalu lintas
sepanjang jalan dan menyembelih banyak babi dan sapi untuk menjamu para
tamu. Ini mendatangkan karma yang sangat berat sehubungan dengan
pembunuhan.
Dalam Sutra Bodhisattva Ksitigarbha (Earth Treasure
Bodhisattva Sutra), dikatakan: “Orang-orang yang menyembelih bagi orang
yang meninggal, yang meninggal akan juga harus ikut menanggung beban
akibatnya. Atau, setelah bayi lahir, bila orang-orang menyembelih hewan
untuk membuat persembahan pada para dewa atau hantu, ibu dan anak,
keduanya akan terkena pengaruh-pengaruh buruk.” Sebagai contoh, kadang
kala mereka mungkin jatuh sakit tanpa sebab yang jelas. Itu karena karma
dari pembunuhan telah mempengaruhi kesehatan ibu dan bayi. Bila suatu
keluarga menyembelih untuk membuat persembahan kepada yang meninggal,
hal itu juga mengurangi kebebasan dan pahala berkat dari orang yang
meninggal itu. Akibatnya, mereka tidak dapat cepat dibebaskan atau
dilahirkan kembali di alam yang lebih tinggi. Orang-orang sering
melakukan berbagai hal dengan maksud baik tetapi malahan akhirnya
mencelakakan yang lain, karena mereka tidak sepenuhnya mempelajari Kitab
Suci kuno. Para bijak kuno telah menanamkan banyak kebijaksanaan kepada
kita, tetapi kita tidak mengindahkannya. Kita menyatakan bahwa kita
penganut ajaran Buddha walaupun kita tidak mengerti apa yang dikatakan
dalam Sutra Bodhisattva Ksitigarbha. Bila kita mengerti, kita bahkan
tidak berani menyembelih hewan untuk kita konsumsi, apalagi menyembelih
mereka bagi yang lain.
Selain itu, banyak orang melakukan berbagai hal bodoh seperti
membeli tanah kuburan yang “baik” bagi sanak saudara mereka yang
meninggal. Mereka rela menghamburkan uang untuk apapun atau membeli
bidang tanah apapun, dan makin mahal makin baik. Sebenarnya mereka
sedang berusaha memanfaatkan yang meninggal. Orang tua mungkin telah
meninggal, tetapi masih dapat dimanfaatkan untuk melindungi
keturunannya. Orang-orang membeli bidang tanah yang mahal itu bukan agar
yang meninggal beristirahat dengan tenang, tetapi agar mereka memberkati
keturunannya; mereka sangat perhitungan dalam menghamburkan uang itu.
Ada orang yang telah menghamburkan beberapa juta bahkan lebih untuk
membangun kuburan.
Ada keturunan keluarga yang tidak mampu, tetapi mereka
menghabiskan seluruh kekayaan mereka untuk membeli tanah kuburan. Masih
tidak pasti apakah keturunan mereka akan menjadi makmur, tetapi
sementara itu mereka sudah menderita kelaparan. Karena mereka
menghamburkan seluruh uang mereka secara demikian, tentu saja mereka
tidak dapat menjalankan usaha mereka lagi! Bila sebaliknya, mereka
memanfaatkan baik uang itu untuk menjalankan usaha mereka, keluarga
mereka akan segera menjadi makmur, tidak perlu mengurung jenazah sanak
keluarga mereka dalam kubur demikian! Mereka sudah meninggal, tetapi
mereka masih perlu menjaga keturunan keluarga mereka yang kemudian! Hal
itu dipandang sebagai “bakti seorang anak” bila Anda melakukan demikian.
Jika tidak, orang-orang akan menyalahkan Anda karena tidak menjadi
anak-anak yang baik. Tidakkah dunia ini aneh?
Pertama-tama Temukan Jalan Pulang Anda Selagi Hidup
Saat kita hidup, bila kita gagal menemukan jalan pulang dan
tidak mengetahui dimana Rumah Sejati kita, tiada seorang pun akan
mengurus kita setelah kita meninggal. Andaikata seseorang sedang
berjalan di jalan siang dan malam, tetapi tidak mengetahui dimana
rumahnya dan tidak mengetahui dimana dia seharusnya kembali, tidakkah
dia agak gila? Kebanyakan orang justru melakukan demikian, berjalan
tanpa henti di jalan kehidupan, tetapi tidak tahu di mana “rumah” mereka
berada. Saat mereka meninggal, mereka mengatakan mereka “pulang” tetapi
ke rumah yang mana? Bila mereka tidak mengetahuinya selagi mereka hidup,
bagaimana mereka akan mengetahui saat mereka meninggal? Bila tidak
berhasil memecahkan masalah ini selagi hidup, setelah meninggal mereka
hanya dapat melekat pada kuburan mereka, tetapi itu bukan rumah sejati
mereka! Bagaimanapun, kuburan juga tidak kekal. Saat perang atau gempa
bumi terjadi, kuburan akan lenyap. Kemudian, di mana lagi “rumah” Anda?
Keajaiban Guru
Daya Kuasa Guru Memulihkan Penglihatan Ibu Saya
oleh calon inisiat Sun, Cina Daratan (asal dalam Bahasa Cina)
Saya dulu bekerja di restoran vegetarian di mana saya berjumpa
dengan seorang saudara inisiat yang memperkenalkan saya pada meditasi
metode Quan Yin. Belakangan, ketika ibu saya jatuh sakit, saya
berhenti bekerja dan tinggal di rumah untuk merawatnya. Pada saat itu,
ibu saya menderita sakit yang sangat parah, yang menjadikannya
tidak dapat makan, bergerak ataupun berbicara, tetapi dokter tidak dapat
menemukan obat untuk penyakitnya. Setelah mengamati penderitaannya, saya
menyadari akan ketidakkekalan dari hidup manusia dan menjadi berhasrat
untuk diinisiasi ke dalam metode Quan Yin. Dengan bantuan dari beberapa
saudari inisiat, saya memulai proses inisiasi dengan mempelajari
latihan meditasi Metode Kemudahan.
Selama delapan bulan merawat ibu saya, saya menyarankannya
untuk menjalani diet vegetarian. Disamping itu, para saudari inisiat
membantu kami dengan tulus, khususnya saudari Wen yang berusia tujuh
puluh, yang secara teratur datang ke rumah saya untuk membacakan ajaran
Guru dan majalah Guru pada ibu saya, tanpa menghiraukan cuaca pada saat
itu. Saudari Wen bermeditasi dan membagikan pahalanya dengan ibu saya,
memberikannya dukungan yang besar. Selain itu, saya memutarkan
kaset Nyanyian Buddhis yang dinyanyikan oleh Guru untuk ibu saya setiap
harinya. Selama beberapa bulan terakhir dalam hidupnya, ibu saya jatuh
sakit beberapa kali, dan saya amat berharap bahwa penglihatan ibu saya
dapat pulih sebelum kepergiannya. Melalui berkah Guru, keinginan
saya menjadi kenyataan. Salah satu mata ibu saya berfungsi kembali dan
dia bahkan dapat meletakkan foto Guru di depan bibir untuk menciumnya!
Pemandangan itu membuat saya menangis. Betapa berterima kasihnya saya
pada Tuhan Yang Mahakuasa, pada Guru, dan juga kepada saudari inisiat
yang telah menolong kami!
Setelah kepergian ibu saya, saya mendapatkan visi di mana
sebuah pintu besar terbuka dan banyak orang datang menjemputnya.
Meskipun saya hanya berlatih Metode Kemudahan, kekuatan Guru yang besar
telah membantu keluarga saya, dan ajaran Guru secara mendalam
mempengaruhi hidup saya, mengilhami saya ke jalan spiritual. Saya
berharap bahwa melalui perhatian dan ajaran Guru, saya dapat segara
diinisiasi, memperoleh pencerahan, dan seperti yang Guru katakan,
menjadi bijaksana, bahagia, penuh kasih sayang, pemurah, tulus dan
menjadi siswa yang penuh kasih!
Kata-Kata Mutiara
Semakin kita menghormati orang lain, semakin berkurang ego dan
kesombongan kita; semakin berkurangnya ego kita, semakin berbudi,
semakin bijaksana dan semakin bebas kita jadinya; kita akan terbebas
dari belenggu diri, terbebas dari kerapuhan perasaan, terbebas dari
masalah rendah diri.
~Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Hong Kong,
24 September 1989 (asal dalam Bahasa Cina)
Kita harus lebih banyak bermeditasi dan berupaya
lebih keras dengan lebih tulus untuk memahami ajaran Guru dan mengapa
kita berada di sini. Kita harus bekerja sesuai kapasitas kita. Kita
tidak perlu terlalu serius yang membuat kita menjadi ekstrim. Kita juga
sebaiknya tidak terlalu santai, karena tingkatan kita akan tertinggal di
belakang lainnya. Akibatnya, kita akan merasa semakin tidak nyaman, dan
merasa bersalah karena kita tahu bahwa kita belum memenuhi tanggung
jawab kita. Kita mungkin menjadi tidak bahagia dan menyalahkan orang
lain.
~Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Hsihu, Formosa,
26 Januari 1992 (asal dalam Bahasa Cina) Kaset Video No. 206
Semakin kita berlatih rohani, semakin kita
memahami bagaimana mengatasi masalah kita, semakin kita menyadari
kekayaan batin kita dan semakin kita tahu cara menggunakannya sesuai
dengan situasinya.
~Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Hsihu, Formosa,
16 Juni 1991 (asal dalam Bahasa Cina) Kaset Video No. 176
Jadikanlah diri Anda lebih tercerahkan, maka Anda
akan menjadi lebih mengasihi. Itulah tujuan pencerahan. Pencerahan
membuat kita menjadi lebih mengasihi, lebih toleran dan lebih memahami.
Itulah hasil terbaik dari olah rohani.
~Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Seattle, Amerika
Serikat,
7 April 1993 (asal dalam Bahasa Inggris) Kaset Video No. 348
Setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan
kita, diperuntukkan bagi kita untuk mengukur sampai di mana kemajuan
kita, sampai di mana kita telah maju dalam pertumbuhan spiritual. Jika
Anda dapat memandangnya dengan cara demikian, itu baik. Berusahalah
untuk mengetahui bagaimana bereaksi terhadap peristiwa itu dengan cara
terbaik bagi diri kalian.
~Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Retret 5-hari, Long
Beach, California, Amerika Serikat, 29 Desember 1996 (asal dalam Bahasa
Inggris) Kaset Video No.571
Dunia Cerita
Kisah Paman Ma yang Menggugah
oleh saudari inisiat Chen Su-yun, Taichung, Formosa (asal
dalam Bahasa Cina)
Pada bulan September 1987,
sewaktu saya sedang bekerja di sana sebagai sekretaris, Guru diundang
untuk memberikan serangkaian ceramah selama enam hari di Rumah Jompo
Pumen Ren-Ai di Madou, Kabupaten Tainan, Formosa. Pada tanggal 28
September, sehari sesudah ceramah berakhir, Guru sendiri memberikan
inisiasi kepada para pencari Kebenaran di daerah itu. Maka, pada hari
itu, Paman Ma yang berusia delapan puluh tahun dan saya, menjadi anggota
keluarga Quan Yin.
Paman Ma adalah seorang veteran (bekas prajurit) angkatan
bersenjata yang menghabiskan hari tuanya di Rumah Jompo Ren-Ai. Ia
terkena stroke (serangan otak)
di usia enam puluh dan karenanya sulit menggerakkan anggota tubuh di
salah satu sisinya, dan air liur mengalir dari mulutnya kalau ia
bicara. Dalam kondisi seperti ini, ketika bertemu Guru Ching Hai dan
diinisiasi, ia tahu bahwa ia tidak akan hidup lama, dan memutuskan
untuk berlatih dengan giat. Dengan mengamati kehidupannya setelah
inisiasi, orang bisa menghargai berbagai mukjizat yang muncul karena
ketulusan pada Metode Quan Yin.
Masa Latihan yang Tulus
Tiap hari, penghuni Rumah Jompo Ren-Ai mengikuti suatu jadwal
tetap. Sesudah makan malam, biasanya mulai jam enam, mereka berkumpul di
ruang utama untuk nonton TV. Tetapi, pada saat-saat ini Paman Ma memilih
istirahat di kamarnya untuk tidur. Lalu kira-kira tengah malam, dengan
kondisi yang sangat segar, ia akan bermeditasi hingga jam enam pagi,
dan sesudahnya melakukan senam untuk mengendorkan tubuhnya dan
terkadang membantu awak pemeliharaan Ren-Ai membersihkan fasilitas.
Setelah sarapan jam tujuh, ia akan tidur sebentar di kamarnya, dan lalu
pergi jalan-jalan atau melihat-lihat toko di sekitar. Berikutnya,
sesudah makan siang, ia akan beristirahat sebentar, dan bermeditasi
selama kira-kira dua jam. Jadi, ia bermeditasi delapan jam sehari, dan
selalu mencatat dengan akurat semua sesi meditasinya.
Pada waktu itu, Center Chigu Tainan mengadakan sesi meditasi
setiap Selasa dan Kamis, dan pada hari-hari tersebut para inisiat
setempat akan menjemput Paman Ma, dan ia tak pernah mangkir. Selain itu,
sewaktu ada retret di Center Hsihu, ia akan selalu hadir. Kurang dari
enam bulan setelah memulai latihan Metode Quan Yin, Paman Ma, yang
sebelumnya sulit bergerak, berubah menjadi orang baru. Air liur berhenti
mengalir dari mulutnya dan anggota tubuhnya jadi lebih luwes. Bahkan
matanya yang menatap sayu, menjadi jernih dan berbinar!
Setelah diinisiasi oleh Guru, Paman Ma secara terus-menerus
terpapar dalam kebahagiaan meditasi dan tak pernah mengeluh tentang
derita fisik atau merasa perlu ke dokter. Satu-satunya ia berkonsultasi
dengan dokter adalah ketika semacam cairan kuning mulai keluar dari
jari-jari kakinya, dan dokter memberitahu bahwa itu adalah pengeluaran
racun secara alami dari tubuhnya, dan karenanya merupakan pertanda baik.
Kemudian suatu hari, setelah dua tahun berlatih dengan giat,
Paman Ma berkata, “Guru memerintahkan saya untuk menjadi penghuni tetap
di Center Hsihu.” Maka, setelah melengkapi segala dokumen dan melakukan
pengaturan seperlunya untuk meninggalkan Rumah Jompo Ren-Ai, ia
melakukan kunjungan khusus ke rumah saya untuk mengucapkan selamat
tinggal pada suami saya dan mengingatkan saya untuk berlatih dengan
giat. Sewaktu berangkat, ia meninggalkan topi bambunya, dan saya dengan
segera pergi ke mobilnya untuk mengembalikan. Tapi dengan santai ia
melambai pada saya dengan tersenyum dan berkata, “Simpan saja! Aku tidak
membutuhkannya lagi."
Meninggalkan Dunia dengan Damai
Pada hari ketiga setelah Paman Ma pindah ke Hsihu, seorang
penghuni di sana memberitahu Rumah Jompo Ren-Ai bahwa ia telah meninggal
selagi duduk dalam meditasi. Belakangan dilaporkan bahwa ketika seorang
petugas setempat berusaha memotret sebagai bukti kematian Paman Ma,
cahaya yang teramat terang memancar dari tubuhnya merusakkan semua film!
Selama bersama Paman Ma dan para penghuni Rumah Jompo Ren-Ai,
saya semakin tersadarkan bahwa kelahiran, usia lanjut, sakit dan
kematian merupakan proses yang harus dilalui setiap orang. Di Rumah itu,
beberapa penghuni terbaring karena sakit dan begitu menderita semasa
hidup dari pada jika mereka mati. Beberapa kelihatannya sehat secara
fisik, tapi mengalami depresi yang dalam dan sering kali mencoba
mengakhiri hidup mereka.
Bilamana tagihan karma mengetuk pintu, bahkan dokter terbaik
pun tak bisa menolong kita. Sungguh sangat sulit untuk menemukan seorang
Guru tercerahkan dalam masa hidup milyaran tahun. Metode Quan Yin yang
dianugerahkan oleh Guru bisa membebaskan kita dari kehidupan dan
kematian, dan mengangkat kita dari penderitaan menuju kebahagiaan.
Meninggalnya Paman Ma dengan damai merupakan kesaksian terbaik atas
kebenaran ini yang pernah dapat saya bayangkan.
Gugus Depan
Tur Ceramah Video yang Berkesan di Rumania
(Asal dalam Bahasa Inggris)
Untuk menyebarkan ajaran berharga Maha Guru Ching Hai di
Rumania, para rekan inisiat di Eropa dengan antusias menyusun rencana
untuk memulai tur ceramah di sana.
Langkah awal mereka adalah dengan menerjemahkan buku “Aku
Datang Untuk Membawamu Pulang” kedalam bahasa Rumania. Selain itu,
sejumlah kaset video dengan teks bahasa Rumania segera diproduksi dengan
bantuan dari tim kerja di Formosa. Berkat berkah kasih Guru dan tujuan
yang sama dari setiap orang, usaha kerja sama ini berjalan dengan lancar
walaupun terdapat perbedaan bahasa dan latar belakang. Pengalaman ini
mengingatkan kita pada perkataan Guru “Kasih berarti kita
memandang ke arah yang sama."
Untuk seminar ini, kami mengikuti secara keseluruhan desain
“Tur Ceramah Guru di Eropa tahun 1999” dengan membentuk tim kerja yang
terdiri dari sepuluh siswa dari empat negara. Kemudian kami memilih
empat kota untuk mengadakan seminar, termasuk ibu kota Rumania, Bukares,
dua kota besar di pusat negeri, dan satu kota yang berbatasan dengan
Hungaria. Dua tim bertugas membagikan selebaran dan membuat poster
dengan gambar Guru serta membantu persiapan seminar, sementara tim
ketiga melakukan perjalanan antar kota untuk mengatur seminar video dan
kelompok diskusi. Dengan demikian, tim yang terdiri dari sepuluh
siswa dengan hanya satu orang yang dapat berbahasa Rumania, telah sukses
mengadakan empat seminar dalam seminggu.
Segala sesuatunya berjalan dengan sempurna dan para inisiat
merasa seperti potongan kecil dari sebuah teka-teki yang besar jatuh ke
tempat yang pas dan tepat pada waktunya. Berkat berkah Guru, mereka
berhasil memenuhi jadwal yang padat dan mengalami banyak saat gembira
selama tur.
Setiap orang merasa tergetar melihat jumlah orang yang
menghadiri seminar, sementara orang-orang memasuki ruangan diiringi
suara Guru yang menyenangkan, dan mereka terpesona oleh penampilan serta
pesan Guru. Setelah seminar di Bukares, banyak orang mengatakan kepada
kami, “Guru sangatlah cantik! Saya tidak pernah melihat Guru yang
secantik itu sebelumnya dan Beliau sangat penuh cinta dan kegembiraan
yang membuat saya merasa senang!” Di kota lainnya seorang wanita datang
kepada tim kerja dan berkata, “Seminar ini sangatlah berarti dan
memberikan pengalaman yang positif bagi saya yang tidak akan pernah
saya lupakan. Saya berharap dapat menghadiri lebih banyak seminar
seperti ini di kota kami!” Dan pertanyaan yang paling sering
didengar dimana-mana adalah “Kapankah kalian akan datang lagi?” dan
“Kapankah seminar berikutnya?"
Pada setiap seminar, kegembiraan berlanjut ke hari berikutnya.
Orang-orang datang kepada kami menanyakan tentang ajaran-ajaran Guru,
dan menanyakan di mana mereka dapat bertemu dengan para inisiat untuk
belajar lebih banyak. Beberapa orang diantara pengunjung tersebut dengan
antusias menawarkan rumah mereka sebagai tempat pertemuan, dan diskusi
yang panjang berlanjut hingga larut malam dengan berbagi perasaan yang
hangat. Para inisiat dan tamu-tamu merasa seakan-akan mereka dapat
tinggal hingga fajar untuk berbagi pengalaman-pengalaman luar biasa dari
membicarakan dan mempelajari keberadaan seorang Guru hidup yang
tercerahkan . Para inisiat lupa akan waktu dan ruang sewaktu
membicarakan tentang Tuhan dan Guru serta Cahaya dan Suara batin,
dan banyak tamu bahkan dapat merasakan kehadiran Guru selama diskusi
tesebut. Suasana pertemuan ini sungguh mengangkat, dengan kegembiraan
dan kebahagiaan orang-orang yang nampak nyata. Banyak yang ingin
mendapatkan inisiasi penuh oleh Guru, dan banyak yang memutuskan untuk
menjadi vegetarian penuh sejak hari itu disebabkan ajaran Guru sangat
jelas, yang membuat orang ingin mempraktekkannya. Nampak jelas
pada pertemuan ini bahwa “Ketika siswa siap, Guru akan muncul".
Terima kasih, Guru, karena telah memberikan kepada kami
kesempatan mengagumkan ini untuk menolong orang lain, dan pada waktu
yang sama menghadiahkan kepada kami berkah tak terhingga yang tidak akan
pernah kami lupakan.
Berkah Surgawi Terwujud Dalam Kasih Manusia – Berbagi
Kebenaran di Lepas Pantai Pulau Kinmen
(Asal dalam Bahasa Cina)
Dari tanggal 24 Oktober sampai dengan 1 November 2003, anggota
Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai dari Formosa menginspirasi
warga di lepas pantai pulau Kinmen dengan serangkaian kegiatan
berbagi-Kebenaran dan kepentingan umum berjudul “Rahmat Surgawi
Terwujud dalam Kasih Manusia”. Sebelum melakukan proyek ini, para
inisiat mengadakan retret di Center Jinsha di Kinmen pada tanggal 22-23
Oktober, berdoa untuk perdamaian dunia dan memohon berkah Tuhan untuk
keberhasilan mereka.
Persiapan untuk proyek ini telah dimulai sebulan sebelumnya
dimana para inisiat Kinmen dengan sungguh-sungguh berpartisipasi dalam
pekerjaaan ini, sementara beberapa orang dari Pingtung dan Tainan
menyeberangi laut untuk mengulurkan bantuan mereka. Dengan hati penuh
kebahagiaan, para partisipan tersebut mengabdikan diri bagi usaha
mereka, berharap untuk meneruskan kasih dan ajaran Guru kepada sesama
mereka di pulau tersebut.
Menghangatkan Hati Para Narapidana
Kegiatan ini dimulai pada tanggal 24 Oktober dengan seminar
video berbagi-Kebenaran yang dengan sepenuh hati disambut baik oleh para
narapidana maupun petugas penjara Kinmen. Kepala pengawas penjara, Qiu
Xi-yen, secara pribadi mengatur seminar tersebut sementara seorang
petugas penjara menyediakan foto Guru yang besar yang diambil dari
koleksi pribadinya untuk dipajang di ruangan. Dengan cepat, aliran kasih
yang hangat menyebar di ruang pertemuan dan menghangatkan hati setiap
orang.
Ketika ceramah video Guru diputar, penonton mendengar dengan
seksama ceramahNya yang penuh kebijaksaan dan mencerahkan. Setelah itu,
seorang utusan Quan Yin membagikan pemahaman mengenai latihan spiritual
dan menerangkan tentang manfaat luar biasa dari berlatih Metode
Kemudahan. Kemudian enam puluh orang narapidana belajar Metode
Kemudahan dan bermeditasi dengan tulus, wajah mereka memancarkan sinar
sementara suasana hangat dan penuh kasih menyelimuti ruang seminar
tersebut. Seorang narapidana menyatakan harapannya bahwa setelah
dilepaskan dari penjara bulan Maret depan, dia dapat menerima inisiasi
dari Guru dan mendapatkan metode yang sempurna untuk mencapai
pembebasan yang telah lama dia rindukan.
Di akhir kegiatan tersebut, Kepala Pengawas Qiu mengundang
para inisiat ke kantornya dan mengungkapkan kekagumannya yang dalam atas
kasih Guru yang besar dan cintaNya yang tidak membeda-bedakan, serta
tindakan amal dari para rekan sepelatihan yang diilhami oleh perhatian
dan contoh yang Guru berikan.
Jamuan Untuk Tubuh, Pikiran dan Jiwa
Pada tanggal 28 Oktober, para inisiat dari Kinmen mengadakan
seminar video dan menampilkan karya artistik serta publikasi Guru di
Kantor Kotapraja Jinsha.
Walikota Wang Yi-xin menghadiri acara tersebut dan menyatakan
kekagumannya yang mendalam pada bakat Guru sewaktu menikmati karya seni
Guru. Setelah itu, pada pidato penyambutan, Bapak Wang berkata bahwa dia
sangat tersentuh atas sumbangan tanpa pamrih dan juga oleh kasih dan
kepedulian Guru serta rekan sepelatihan, terhadap warga Kinmen. Ye
Jian-xiong, manajer acara dari stasiun TV kabel setempat, juga datang
untuk meliput pameran karya seni Guru dan mewawancarai utusan Quan
Yin. Respons yang hangat dari warga setempat terhadap seminar tersebut
tercermin dari jumlah hadirin yang memenuhi ruang pertunjukan.
Setelah menonton ceramah video Guru, lebih dari tiga per empat
pengunjung tetap tinggal untuk mempelajari latihan Metode Kemudahan.
Untuk menampung banyak ibu yang dengan tulus ingin mempelajari Metode
Kemudahan, dibentuk panitia untuk menjaga anak-anak mereka, tetapi
karena dijauhkan dari orang tua mereka, beberapa anak mulai menangis dan
membuat keributan. Maka, para saudari inisiat yang bertugas segera
memutar Lagu Guru “Go! Go! Go!” dan menuntun anak-anak itu menari.
Setelah mendengar lagu tersebut, anak-anak tersebut segera diam
dan menari mengikuti alunan musik. Untuk ini, kami hanya dapat
mengungkapkan terima kasih yang tulus pada Guru atas perhatianNya.
Setelah sesi Metode Kemudahan, para calon inisiat baru ini
menikmati makanan kecil vegetarian yang disiapkan oleh rekan-rekan
sepelatihan, dengan demikian meyempurnakan seminar tersebut dan
membuatnya sebagai jamuan yang ideal untuk tubuh, pikiran dan jiwa!
Seminar video Guru diterima dengan hangat, terbukti dari
banyaknya warga Kinmen yang tinggal untuk mempelajari Metode Kemudahan.
Pengunjung seminar menikmati makanan kecil vegetarian yang
lezat, yang disiapkan oleh para rekan inisiat.
Rahmat Tuhan Menyinari Pulau Kecil Lie
Pada tanggal 30 Oktober, para inisiat melakukan perjalanan
dengan perahu motor ke pulau Lie, yang diberi gelar “Kinmen Kecil”,
sebuah pulau yang kecil, indah, pulau sederhana di sebelah barat daya
pantai Pulau Kinmen, untuk mengadakan seminar video, memamerkan karya
seni Guru serta menawarkan pengobatan dan jasa perawatan rambut secara
gratis. Karena pameran seni dan pelaksanaan seminar itu telah
disebarluaskan lewat selebaran dan media siaran lokal, kegiatan ini
menarik banyak pengunjung.
Penduduk pulau kecil itu mulai berdatangan di pagi hari untuk
mendapatkan konsultasi pengobatan Cina dan pemotongan rambut, dan setiap
orang pergi dengan perasaan tersentuh oleh kesungguhan dan perhatian
yang ditunjukkan oleh dokter (para saudara inisiat) dan penata rambut
(para saudari inisiat) yang telah menawarkan keahlian profesional
mereka. Wu Qi-teng, kepala sekolah dari Sekolah Menengah Atas Lei
Yu, berkomentar bahwa peristiwa seperti ini memberikan dampak yang
bermanfaat pada masyarakat karena dapat menuntun orang untuk berpikir
pada jalur yang benar. Suasana positif tersebut makin terasa dengan
adanya pameran karya seni Guru. Bapak Wu berharap bahwa kegiatan serupa
dapat dilakukan lagi di kemudian hari.
Setelah hari pemutaran video tersebut, banyak peserta
mempelajari Metode kemudahan, menikmati makanan spiritual dan makanan
lezat vegetarian di ruang pertunjukan dan juga memperoleh majalah Guru
serta buku contoh sebagai cendera mata ketika mereka pulang. Semua
tamu pulang ke rumah terisi penuh dengan kasih Tuhan.
Kabar Gembira Menyebar Luas di Kinmenn
Rangkaian kegiatan berbagi-Kebenaran yang terakhir dilakukan
pada tanggal 1 November di Stadion Kotapraja Jincheng. Di siang hari,
para pelajar dari beberapa sekolah setempat berpartisipasi dalam
peristiwa ini, mempertunjukkan acara yang luar biasa di lapangan depan
stadion. Remaja-remaja tersebut menambah semarak acara dengan kemahiran
mereka dan wajah mereka yang menyenangkan, memperoleh tepuk tangan dari
penonton. Manajer acara TV Kabel Ming Cheng datang lagi untuk meliput
pertunjukan tersebut. Hal ini menunjukkan pentingnya peristiwa tersebut
bagi warga setempat.
Ketika ceramah video Guru ditayangkan, karisma Guru selagi
berbicara tentang Kebenaran dan Kebijaksanaan dengan segera menawan para
penonton, dan bahkan anak-anak menonton dengan diam. Setelah
pertunjukan, banyak peserta mempelajari Metode Kemudahan. Setelah
mempelajari Metode Kemudahan, seorang kakek berusia 80 tahun mengatakan
bahwa tubuh jelmaan Guru datang kepadanya dan mengatakan banyak hal
kepadanya. Selagi mengamati wajah-wajah gembira dan penuh kebahagiaan
dari penduduk desa setelah sesi meditasi Metode Kemudahan, nampak jelas
bagi para inisiat bahwa saudara-saudari baru ini telah terangkat
batinnya!
Berkat berkah Guru, rangkaian kegiatan berbagi-Kebenaran di
Pulau Kinmen berakhir dengan sukses, setelah inisiat setempat menanam
benih-benih dari ajaran Guru ke dalam hati banyak orang. Para
inisiat percaya bahwa semakin banyak dan banyak lagi penduduk Kinmen
yang akan mengikuti jalan pembebasan di kemudian hari.
Para anggota Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai
memberikan konsultasi gratis pengobatan Cina dan jasa pemotongan rambut
kepada penduduk Pulau Lie.
Zaman Vegetarian
Dilaporkan oleh Tim Rekreasi, Los Angeles, CA, Amerika
Serikat (asal dalam Bahasa Inggris)
Sebarkanlah berita baik dan anjurkan agar
orang-orang kembali kepada cara hidup alami, pola hidup yang
benar, yaitu menjadi vegetarian, berbudi luhur, menaati sila-sila, hidup
sederhana dan berpikir positif.
~Maha
Guru Ching Hai
Kini semakin banyak orang di berbagai belahan dunia ini yang
kembali kepada cara hidup yang ditempuh oleh generasi sebelumnya,
diantaranya adalah diet sehat dalam kasih. Kecenderungan ini tercermin
dengan semakin populernya vegetarisme. Misalnya, Vegetarian Resource Group (Kelompok
Sumber Daya Vegetarian) baru-baru ini memperkirakan bahwa pada tahun
2000 terdapat 6 juta orang dewasa yang vegetarian di Amerika Serikat.
Dan seperti yang dilaporkan oleh Stanford
Magazine (Majalah Stanford) , saat ini satu dari empat mahasiswa
Universitas Stanford adalah vegetarian atau seorang vegan. Hollywood
adalah satu-satunya tempat yang paling populer dengan paham vegetarian,
dimana bintang film seperti Tobey McGuire, Natalie Portman, Dustin
Hoffman, Christy Turlington dan Joaquin Phoenix mengikuti pola
makan vegetarian dengan antusias. Selain itu, para atlit terkenal
seperti peraih medali emas Olimpiade, Carl Lewis, bintang tenis Martina
Navratilova dan banyak lagi yang lainnya ‘menjadi vegetarian’
karena masyarakat menjadi lebih menyadari akan manfaat moral, spiritual,
fisik, lingkungan dan ekonomis dari cara hidup tanpa-daging.
Sejalan dengan kecenderungan ini, kelompok nirlaba Towards Freedom, yang anggotanya
adalah pengikut vegan yang sangat disiplin, sejak tahun 1999
telah menyelenggarakan Worldfest
Vegan Festival (Festival Vegan Dunia) untuk mempromosikan
vegetarisme. Setiap tahun, ribuan pengunjung menghadiri acara ini, dan
sebagian besar menjadi vegetarian atau vegan. Vegetarian terkemuka yang
pernah menghadiri Festival ini sebelumnya diantaranya adalah bintang
film Alicia Silverstone, Woody Harrelson, James Cromwell dan Linda
Blair, dan John Robbins, seorang pengarang buku pelopor Diet for a New America (Diet bagi
Amerika Baru).
Dalam ceramahnya “Enam Ajaran Kesempurnaan Buddha (The Six
Budhist Perfections)”, Maha Guru Ching Hai menyatakan bahwa sila rohani
yang terpenting adalah tidak melakukan kekerasan terhadap yang lainnya,
dan penuh cinta dan welas asih kepada semua mahkluk hidup serta
menjalankan diet vegetarian. Pada hari Minggu tanggal 28 September 2003,
para inisiat dari Los Angeles kembali berpartisipasi dalam Pekan Raya
Festival Vegan Dunia untuk berbagi ajaran Guru, yaitu tanpa-kekerasan
dan meditasi Metode Quan Yin, dengan masyarakat setempat. Juru masak
Center Los Angeles juga menghidangkan santapan vegan yang lezat yang
disajikan dengan penuh kasih.
Foto Guru dengan wajah yang penuh kasih menyambut hangat
setiap pengunjung yang datang ke stan Asosiasi SMCH. Pada stan itu
juga tersedia buku contoh yang tersedia bagi setiap pengunjung. Sejak
Festival dibuka, stan Asosiasi dipenuhi para tamu, menciptakan suasana
penuh gembira di sekitarnya. Sebagian inisiat sibuk menyajikan makanan,
dan sebagian lainnya sibuk menjawab berbagai pertanyaan tentang ajaran
Maha Guru Ching Hai. Seorang lelaki vegan dari San Diego, yang ditemani
oleh istri dan anak-anaknya, menyatakan pendapatnya mengenai Maha Guru
Ching Hai sebagai berikut: ”Saya membaca piadatoNya di PBB dan saya
percaya dengan apa yang disampaikanNya. Saya juga mendukung apa yang
dikerjakanNya. Dan itu telah mengubah saya dan istri saya secara total.
Kami akan menghubungi penghubung di San Diego untuk mendapatkan suatu
kehidupan yang penuh dengan kedamaian."
Di dalam usaha untuk saling berbagi dengan orang lain,
berbagai resep dan cara mudah memasak makanan vegetarian, lebih dari 400
buah kaset video yang berjudul The
Art of Vegetarian Cooking: Flavorful and Nutritious Cuisine
(Seni Masakan Vegetarian: Masakan Lezat dan Bergizi) dibagikan kepada
pengunjung Festival, yang sangat senang menerima buku dengan kualitas
yang bagus ini dan bahagia karena vegetarisme dipromosikan dengan cara
yang praktis.
Para kawula muda dari Asosiasi SMCH ikut membantu dengan
mengenakan pakaian berbentuk binatang seperti sapi, lembu, ayam, ikan
dan monyet yang dilengkapi kata-kata menarik bertuliskan “Sayangilah
Saya, Jangan Santap Saya”. Lakon ini menarik perhatian anak-anak, dan
mereka berjanji kepada “teman-teman binatang” ini untuk tidak menyantap
mereka. Kemudian, mereka membuat foto kenangan bersama binatang
kesayangan mereka dan tertawa gembira setelah menerima fotonya.
Sheryl Peppel dari panitia Festival, sangat gembira atas
keikutsertaan Asosiasi. Dia sering datang untuk memeriksa apakah kami
membutuhkan sesuatu dan dia juga menawarkan bantuan tenaga dari
para stafnya. Peppel juga mengundang John Salley, juara empat kali NBA
dan pembawa acara olah raga di stasiun TV Fox, datang ke stan kami untuk
mencicipi makanan vegetarian dan membawanya sebagian ke rumah untuk
keluarganya.
Kemudian, Peppel yang sudah sejak lama mengikuti pola makan
vegan, mendapat kesempatan mencoba hidangan yang disediakan oleh
rekan-rekan sepelatihan. Sesudahnya, dia kembali ke stan dan mengatakan
kepada anggota Asosiasi, betapa lezatnya makanan yang dihidangkan. Dia
berkata, “Saya merasa seperti orang yang sudah mati dan pergi ke Surga.
Saya belum pernah mencicipi sesuatu yang demikian lezat. Setiap hidangan
lebih lezat dari yang sebelumnya. Saya begitu bahagia bahwa Anda bisa
di sini hari ini dan berharap Anda akan ikut lagi tahun depan. Saya
akan mencadangkan tempat ini untuk Anda sekarang.” Dia juga memberikan
selamat atas kesuksesan Asosiasi dan mengatakan kepada kami bahwa dia
melihat bahwa gerai kami adalah gerai yang terbanyak
pengunjungnya dan dengan antrian yang paling panjang. Tetapi sebenarnya,
itu semua karena daya kuasa dari Maha Guru Ching Hai yang mempersatukan
para inisiat untuk bekerja sama dengan penuh kasih dan pengabdian,
dengan semangat untuk berbagi ajaranNya dan mempromosikan paham
vegetarisme.
Meskipun festival dijadwalkan akan ditutup pada pukul 6 sore,
tetapi atas permintaan panitia, para inisiat diminta untuk tetap tinggal
sampai pukul 7.30 sehingga orang-orang masih punya kesempatan untuk
mengunjungi stan kami.
Setelah melewati hari yang cerah, matahari mulai tenggelam,
dan kami secara tulus berterima kasih kepada Maha Guru Ching Hai atas
barkatNya yang tak terbatas, yang mengalir secara berlimpah selama Pekan
Raya Festival Vegan Dunia 2003 yang indah dan harmonis. Sementara kita
menuju abad ke-21, kita dapat menjadi saksi dari awal Jaman Keemasan
melalui kegiatan semacam ini. Dengan diselubungi oleh kasih dari Maha
Guru Ching Hai, ribuan orang yang tidak saling mengenal, bisa bersatu
sebagai saudara dan saudari dengan cita-cita mulia untuk mengasihi dan
dan berbuat kebaikan kepada semua makhluk.
oleh Kelompok Berita Thailand (asal dalam Bahasa Thailand)
Pada hari Sabtu dan Minggu, tanggal 27 dan 28 September 2003,
para praktisi dari Center Bangkok dan dari bagian lain negara Thailand
sukses mengadakan Ekshibisi Makanan Vegetarian Thailand di Propinsi Baan
Sawangthun Chacengxiow, yang terletak kira-kira satu jam perjalanan dari
Bangkok. Lokasi ini juga pernah dipakai sebagai tempat retret 2-hari,
suatu tempat yang penuh dengan pepohonan hijau dan bunga-bunga sehingga
membuat suasana menjadi lebih segar dan cerah.
Acara diatur dengan gaya tradisional Thailand, membuat suasana
menjadi rileks, menonjolkan berbagai macam hidangan pokok dan kue-kue
vegetarian yang ditawarkan secara cuma-cuma. Selain itu, ekshibisi
ukiran buah-buahan dan sayur-sayuran Thailand menambahkan sentuhan yang
indah dan halus. Semua peralatan dipilih sacara hati-hati, dengan
memperhatikan lingkungan, dan beberapa tempat makanan dibuat dari daun
pisang, dikemas dengan indah sesuai seni tradisional Thailand. Semua
inisiat memakai pakaian tradisional Thailand, sehingga menambah
semaraknya suasana perayaan.
Makanan vegetarian yang lezat, disajikan dengan indah dan
menawan sehingga mendapatkan pujian dari para tamu. Selain itu, kaset
video Guru diputar di ruang meditasi sehingga setiap orang mendapatkan
kesempatan untuk memperoleh makanan sehat bagi fisik maupun jiwanya.
Melalui acara ini, para inisiat Thailand sekali lagi mendapat
kesempatan untuk ikut serta dalam pekerjaan mulia untuk menyebarkan
ajaran Guru dan sekaligus mengembangkan diri mereka sendiri dalam
semangat pelayanan.
Guru Bercerita
Hukum Karma
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Hsihu, Formosa, 13-18
Februari 1989 (asal dalam Bahasa Cina) MP3-4
Saya pernah berbicara tentang “hukum karma”, tetapi bukan
hanya saya saja yang pernah membicarakannya; orang-orang di jaman Cina
kuno juga membicarakannya. Misalnya, The
Book of Liezi (Kitab Liezi, yang merupakan buku filsafat Tao yang
ditulis selama Periode Peperangan pada jaman Cina kuno) memuat sebuah
cerita mengenai seorang yang amat kaya, yang memiliki banyak pembantu.
Orang itu sangat kejam terdapat pembantu-pembantunya, menyuruh mereka
bekerja keras tetapi hanya memberikan sedikit sekali makanan. Dan bila
mereka sakit, dia tidak memberikan obat kepada mereka, demikian pula
dia tidak memberikan istirahat kepada pekerja lanjut usia.
Salah seorang pekerja yang sudah amat tua harus bekerja
sepanjang hari tanpa istirahat. Akan tetapi, sewaktu pekerja tua ini
tidur di malam hari, dia sering kali mendapatkan mimpi yang amat baik.
Mungkin mirip dengan pengalaman para praktisi rohani seperti kita ini.
Saya kira dia berlatih Metode Quan Yin. Dalam mimpinya, dia menjadi
seorang raja, dilayani oleh banyak pelayan dan hidup bahagia dan makmur.
Akan tetapi, ketika dia bangun di pagi hari, dia kembali harus bekerja
sebagai pelayan. Hal ini berlangsung hari demi hari. Karena itu, setiap
hari dia berharap agar malam hari cepat datang. Seusai bekerja, dia
cepat-cepat pergi tidur untuk menikmati mimpinya. (Guru dan hadirin
tertawa.) Dunianya lebih bahagia di malam hari. Maka, setiap hari dia
menunggu matahari terbenam agar dia dapat bergembira.
Namun demikian, situasinya berlawanan dengan orang kaya itu.
Si orang kaya ini juga bermimpi setiap malam, tetapi dia mengalami mimpi
buruk. Dalam mimpinya, dia menjadi seorang budak dan pelayan yang
dihukum oleh yang lainnya. Dia harus bekerja sepanjang hari sampai
kelelahan, tetapi dia tidak mendapatkan cukup makanan dan pakaian. Dia
menderita kelaparan, kedinginan, kelelahan, sakit, kerja keras dan
segala macam kemalangan. Setiap malam, kedua orang itu bermimpi, tetapi
yang seorang mengalami mimpi indah, sementara yang seorang lainnya
tersiksa oleh mimpi buruk.
Sungguh menyedihkan mengalami mimpi buruk setiap malam, dan
suatu hari, orang kaya itu tidak tahan lagi, maka dia pergi ke peramal
mimpi dan menceritakan penderitaannya. Peramal mimpi itu berkata, “Hal
ini terjadi karena engkau menindas para pekerjamu pada waktu hari terang
sehingga engkau harus menanggung karmamu dengan mengalami penderitaan
di malam hari. Hukum semesta adalah adil. Tidak ada orang yang terlalu
menderita, dan tidak ada orang yang terlalu bersenang-senang.” Setelah
mendengar kata-kata yang mencerahkan ini, orang kaya itu segera pulang
dan mulai memperlakukan pembantu-pembantunya dengan lebih baik,
memberikan gaji yang cukup, dan sungguh-sungguh memperhatikan mereka.
Maka penyakitnya lambat laun menjadi sembuh, dan dia tidak mengalami
mimpi buruk lagi.
Hal yang demikian sungguh terjadi, mereka bukanlah khayalan.
Bila seseorang memarahi kita, maka karma kita akan pindah kepadanya.
Jadi, jangan takut untuk dimarahi oleh orang lain, tetapi khawatirlah
bila tidak ada orang memarahi kalian, bila tidak ada orang yang berbelas
kasih untuk memarahi kalian. Sekalipun bila orang memarahi kita, kita
seharusnya berterima kasih kepada mereka. Dunia ini sungguh kacau-balau!
Adakalanya, kita juga harus melatih diri kita dengan membiarkan diri
kita mengalami sedikit penderitaan daripada senantiasa merasakan
kenyamanan berlebihan. Bila kita terlalu nyaman, kita menjadi tidak
nyaman dalam segi yang lain, misalnya dalam segi rohani. Sangat sedikit
orang yang dapat merasa baik dalam kedua hal materi dan rohani; karena
jika kita terlalu nyaman dalam setiap aspek, akan sulit untuk
mengembangkan kebijaksanaan dan belas kasih kita, dan berkah pahala kita
juga akan berkurang.
Kasih Dalam Tindakan
Laporan dari Korea
Maemi yang Brutal, Persaudaraan Penuh Kasih
(Asal dalam Bahasa Korea)
Tanggal 12 September, 2003, di malam hari, saat orang Korea
merayakan Hari Syukur (Korean Thanksgiving Day) dengan anggota keluarga
mereka, angin topan Maemi menghantam tanjung Korea dengan amat dahsyat,
menyebabkan 131 orang meninggal, kerugian harta benda yang bernilai
kurang lebih 4.300.000.000 dolar AS, rusaknya ribuan rumah dan
kerusakan-kerusakan lainnya. Dan yang paling buruk adalah korban banjir
akibat angin topan yang terjadi tahun lalu, yang tinggal di rumah
penampungan sementara, kehilangan rumah sementara mereka tersebut
sebagai akibat dari angin topan Maemi, sehingga mereka benar-benar
berada dalam situasi yang kelihatannya tanpa harapan.
Untuk meringankan penderitaan para korban bencana tersebut,
Maha Guru Ching Hai mengirimkan bantuan dana sebesar 50.000 dolar AS,
sehari setelah bencana angin topan itu terjadi dan dengan dukungan Kasih
Guru yang demikian besarnya, tim penyelamat korban bencana Korea dan
rekan insisiat dari setiap center di Korea dengan segera mengelola
kegiatan bantuan 24 jam sehari, pagi, siang dan malam.
Para inisiat memulai kegiatan tersebut dengan mendirikan pos
komando di Center Busan, yang berlokasi di area yang paling parah, dan
secepatnya melakukan inspeksi lapangan. Melalui analisa mereka, melalui
internet dan melalui kunjungan ke kantor pelayanan umum, tim bantuan
korban bencana mempelajari bahwa area yang terkena bencana tersebut
tersebar secara luas dan kebanyakan korban tidak mendapatkan bantuan.
Anggota tim bantuan bencana kemudian memutuskan untuk mengunjungi area
yang terkena banjir dan melakukan kegiatan bantuan di sana.
Kotapraja Saengbiryang-myeon, Wilayah Sancheong-gun
Rumah-rumah di area ini terkena banjir sampai ke atap,
memusnahkan segalanya yang terdapat di dalam rumah. Untuk memenuhi
kebutuhan mendesak dari penghuni daerah tersebut, pada tanggal 15
September rekan-rekan inisiat mengunjungi area tersebut dan menyediakan
kebutuhan primer seperti air dan memberikan kata-kata penghiburan.
Kotapraja Jeonggok-myeon, Wilayah Euiryung-gun
Dini hari tanggal 16 September 2003, sekitar 20 inisiat
mengunjungi Wilayah Euiryung-gun. Saat itu, di mana sawah seharusnya
berwarna keemasan dengan bulir-bulir padi yang siap panen, sawah-sawah
di daerah tersebut didominasi oleh warna kelabu akibat kerusakan yang
ditimbulkan oleh banjir dan rumah-rumah penduduk tampak seperti bagian
dari area peperangan.
Walikota Jeonggok-myeon dengan gembira menyambut anggota tim
penyelamat, menerangkan tentang tingkat kerusakan yang terjadi dan mulai
memimpin kegiatan bantuan. Kemudian tim penyelamat mengunjungi korban
bencana tersebut satu per satu, memberikan bantuan kebutuhan sehari-hari
dan membantu membersihkan rumah-rumah mereka dan lingkungan sekitar. Di
awal kunjungan tersebut, para korban terlihat sangat serius dan
menyedihkan, tetapi setelah kegiatan bantuan tersebut mengalami
kemajuan sampai larut malam, para korban menjadi lebih santai dan
gembira. Tidak hanya para inisiat memberikan mereka kenyamanan fisik,
tetapi juga menawarkan peningkatan spiritual melalui Majalah dan Buku
Contoh Guru.
Selama kegiatan proyek tersebut, anggota tim diperkenalkan
pada seorang pemuda berusia tigapuluhan yang memiliki mata berbinar,
yang lumpuh karena kecelakaan sebelumnya dan dirawat oleh seorang tua
yang buta. Wakil dari tim penyelamat menekankan pada lelaki tersebut
bahwa tim ini adalah bagian dari organisasi spiritual yang datang
padanya dengan berkah dari Maha Guru Ching Hai. Pemuda itu menunjukkan
minat dalam bermeditasi, dan kami kemudian mendiskusikan tujuan dari
bermeditasi, perjalanan Guru dalam mencari Kebenaran, misiNya di dunia
ini dan topik-topik lainnya. Selama diskusi tersebut, pemuda ini
menangis dan dengan gemetar berusaha keras untuk membaca buku contoh
Guru. Sungguh menyentuh hati, menyaksikan ketulusan hati tersebut.
Untuk memenuhi permintaan pemuda itu, para inisiat mengajarkan Metode
Kemudahan padanya, dan ia terus bermeditasi bahkan ketika mereka telah
meninggalkan tempat tersebut. Mereka sangat gembira karena pemuda
tersebut telah mengalami pembebasan sesungguhnya melalui pengetahuan
akan Guru meskipun bencana telah menimpanya.
Kotapraja Samga-myeon, Wilayah Hapcheon-gun
Tanggal 17 September, tim penyelamat mengunjungi Kotapraja
Samga-myeon, Wilayah Hapcheon-gun. Seluruh daerah tersebut menderita
kerusakan akibat banjir yang melanda karena permukaan air naik sampai
setinggi atap, dan semua yang ada dalam rumah bercampur lumpur, sampah
dan air kotor. Sekitar 50 rekan inisiat dari seluruh penjuru Korea
bekerja bakti untuk membersihkan rumah-rumah dan area sekitar, seakan
rumah-rumah itu milik mereka sendiri, sehingga memperbaiki lingkungan
dengan amat drastis.
Kotapraja Daeji-myeon dan Yooeo-myeon, Wilayah Changnyun-gun
Pada tanggal 18 September, tim penyelamat mengunjungi
Kotapraja Daeji-myeon dan Yooeo-myeon di Wilayah Changnyun-gun, yang
berada dalam kondisi yang gelap dan lembab serta diliputi bau busuk yang
menyebar di udara. Meskipun demikian, rekan-rekan inisiat dengan
berseragam kuning, bekerja keras di ladang padi dan rumah-rumah
pertanian tersebut, memberikan bantuan material dan bantuan tenaga
kepada 27 rumah di Yooeo-myeon dan 38 rumah di Daeji-myeon. Ketika para
inisiat tiba di rumah seorang wanita tua, wanita tersebut sangatlah
patah semangat dan mengalami depresi, tetapi setelah berbincang lama
dengan anggota tim penyelamat dan setelah semua perabotan dan peralatan
makan dibersihkan, dia menjadi bersemangat dan kelihatan bercahaya
kembali. Kemudian, Walikota Daeji-myeon, Bapak Han Sam-Yoon, mengirimkan
surat pernyataan terima kasih ke Center Busan (Silahkan lihat lampiran).
Pulau Gadeokdo
Pada tanggal 19 September, para inisiat mengunjungi Pulau
Gadeokdo, salah satu area yang mengalami kerusakan paling parah akibat
angin topan. Bahkan sebelum sampai ke pulau tersebut, anggota tim
penyelamat telah memperkirakan bagaimana kerusakan yang diakibatkan oleh
angin topan tersebut. Pulau itu bagaikan area pembuangan sampah yang
besar. Selain tim penyelamat, banyak anggota ketentaraan yang datang
membantu dan menjanjikan penduduk pulau tersebut bahwa mereka akan tetap
berada di sana selama mereka masih dibutuhkan. Banyak rumah yang rusak
total akibat angin topan, dan banyak pula rumah yang rusak sebagian.
Kebanyakan penduduk pulau mengungsi, tetapi mereka yang
tinggal menyatakan keterkejutan mereka akan dahsyatnya angin topan itu.
Salah satu penduduk dengan bercucuran air mata mengatakan pada kami,
“Tidak pernah ada bencana seperti ini selama lima puluh tahun hidup
saya. Gelombang itu memusnahkan semuanya dan saya merasakan bahwa
keberadaan manusia hanyalah sementara. Kunjungan kalian sangatlah
menghibur saya. Terima kasih banyak."
Para rekan inisiat tidak hanya mengumpulkan sampah di
sepanjang pantai tetapi juga membantu anggota tentara dalam melaksanakan
beberapa proyek. Sementara membersihkan pantai, para anggota tim
penyelamat teringat akan Guru, yang pada suatu waktu menyamakan diriNya
sebagai “pemungut sampah spiritual” (yaitu seseorang yang memungut karma
orang lain), dan berterima kasih pada Guru karena memberikan mereka
kesempatan untuk memeriksa keadaan batiniah mereka dan membersihkan
diri mereka melalui usaha mereka sendiri.
Desa Myungji-dong, Kota Busan dan Pulau Gadeokdo
Pada hari Sabtu, tanggal 20 September, rekan inisiat dari
center-center di Korea mengunjungi Desa Myungji-dong area Kota Busan.
Karena Desa Myungji-dong terletak dekat laut, kebanyakan rumah dan sawah
terkena banjir akibat angin Topan Maemi. Di tengah-tengah angin kencang
yang berpasir, para inisiat dengan cermat menolong membersihkan
jalan-jalan dan area pertanian, termasuk ladang bawang, yang sangat
menyedihkan untuk dilihat, sementara para petani berusia lanjut berusaha
untuk menyelamatkan panenan mereka.
Setelah makan siang, para inisiat mengarah ke Pulau Gadeokdo,
di mana mereka bertemu dengan wartawan dari Surat Kabar Orang Cacat
Seoul (Seoul Disabled People's Newspaper), yang memberitahukan mereka
tentang sepasang orang cacat yang membutuhkan bantuan. Para inisiat
dengan segera mengumpulkan uang dari saku mereka sendiri untuk
disumbangkan pada keluarga tersebut. Sang istri sangat terharu akan hal
ini dan menangis karena bahagia menerima siraman kasih itu, dan semua
orang yang berada di sana juga turut menangis. Tim penyelamat juga
menolong mengambil foto untuk wartawan tersebut, yang berniat
memasukkan kegiatan itu di surat kabar, tentang kegiatan menakjubkan
dari Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai.
Kotapraja Daeji-myeon, Wilayah Changnyung; Kotapraja
Jeonggok-myeon dan Kota Jijung-myeon, Wilayah Euiryung-gun
Pada tanggal 21 September, saudara dan saudari inisiat dari
seluruh Korea berkumpul di Center Busan untuk membagi pengalaman mereka
selama melakukan proyek bantuan dan untuk selanjutnya mempraktekkan
kasih mereka. Dua seminar video yang semula direncanakan, dibatalkan
agar supaya para inisiat Korea dapat berkonsentrasi dalam membantu
korban bencana angin topan, dan retret satu malam diadakan untuk
mengangkat situasi yang penuh depresi di daerah tersebut.
Setelah retret, para inisiat menyiapkan kunjungan berikut dan
terbagi atas 2 tim. Tim pertama yang beranggotakan 51 orang, mengunjungi
Wilayah Changnyung-gun dan tim kedua beranggotakan 73 orang mengunjungi
Wilayah Euiryung-gun. Pada kedua daerah tersebut, banyak penduduk yang
kehilangan hasil panen dan mata pencaharian mereka karena air yang
meluap dari sungai. Tetapi para sukarelawan dengan berani berusaha untuk
memperbaiki kondisi tersebut dengan membantu membersihkan rumah-rumah
dan ladang yang terkena banjir, jalan-jalan dan sisi bukit. Meskipun
capai, para inisiat dapat melanjutkan pekerjaan mereka melalui dukungan
tidak kasat mata dari Guru.
Menghibur Petugas Pemadam Kebakaran yang terluka
Pada tanggal 22 September, tim penyelamat diterima dengan
hangat oleh Kepala Pemadam Kebakaran dan para stafnya ketika mereka
mengunjungi para petugas pemadam kebakaran dari Stasiun Pemadam
Kebakaran Busan Selatan, yang terluka saat menolong korban banjir.
Beberapa petugas tersebut membutuhkan pengobatan medis, sementara yang
lainnya meneruskan misi penyelamatan mereka. Sebagai tanda penghargaan
terhadap pengorbanan mereka yang tanpa pamrih, tim penyelamat memberikan
tiap petugas pemadam kebakaran tersebut hadiah yang didekorasi dengan
indah mencakup uang saku, kartu ucapan terima kasih, bunga, coklat,
buku-buku dan kaset Guru serta barang-barang lainnya.
Kepala Pemadam Kebakaran tersebut telah mengenal Maha Guru
Ching Hai lewat situs web dari Asosiasi Maha Guru Ching Hai di Korea. Ia
sangat tertarik pada Asosiasi dan berkata bahwa ia sangat terkesan pada
kemurahan hati dan kemauan baik dari para anggota. Penghubung center
Busan membacakan surat tanda terima kasih berikut ini. “Terdapat banyak
bencana di negara kita, namun karena terbebani oleh kesengsaraan dari
para korban, masyarakat tidaklah selalu menunjukkan rasa hormat yang
selayaknya dan menghargai keberanian kalian yang begitu mulia. Karena
itu, harap diingat bahwa komunitas internasional dengan sungguh-sungguh
menghargai dan memuji usaha kalian dan merupakan kerhormatan bagi kami
untuk mengucapkan terima kasih atas nama semua orang.” Petugas pemadam
kebakaran Busan sangat tersentuh ketika tahu bahwa Maha Guru Ching Hai
telah mengirimkan sumbangan pada para petugas pemadam kebakaran yang
terluka akibat malapetaka yang terjadi di kereta api bawah tanah Daegu,
juga untuk mereka yang bekerja selama menolong malapetaka 9-11 yang
terjadi di Amerika Serikat.
Setelah itu, para inisiat mengunjungi 2 orang petugas pemadam
kebakaran yang terluka serius, yang dimasukkan ke rumah sakit lokal, dan
memberikan sumbangan sebesar 6.364 dolar beserta keranjang hadiah yang
berisikan publikasi Guru. Tim penyelamat juga melakukan sesi meditasi
singkat untuk seorang petugas pemadam kebakaran yang kehilangan sebelah
kakinya dan mengharapkan ia lekas sembuh di mana sang istri dan anggota
staf lainnya juga bergabung dalam doa. Kemudian dengan pelukan yang
basah oleh air mata, semua orang berjanji untuk terus berdoa bagi
petugas pemadam kebakaran tersebut.
Dini hari tanggal 22, sekitar 20 orang rekan inisiat
mengunjungi Desa Cheolam-dong, Kota Taebaek, daerah tambang batu bara
yang telah ditelantarkan. Area ini sebelumnya merupakan daerah
pertambangan batu bara yang terbesar di Korea, dan semua rumah yang
tertinggal telah rusak total akibat banjir setelah angin topan. Karena
kehancuran tersebut tersebar luas, dibutuhkan 4 hari kerja untuk
mengembalikan sedikit tingkat kenyamanan penduduk lokal.
Tim penyelamat juga menyediakan seprei, baju, beras dan
keperluan sehari-hari bagi penduduk Kotapraja Gagok-myeon, Kota
Samcheok, Desa Cheolam-dong, Kota Taebaek, dan Kotapraja Socheon-myeon,
Propinsi Kyungsangbukdo.
Kerja lapangan dari anggota tim penyelamat selama bencana
Angin Topan Maemi tidaklah pernah terlupakan. Melalui pengalaman ini,
para inisiat di Korea kembali menyadari akan pentingnya mempraktekkan
pengetahuan yang kita miliki. Dalam hidup sehari-hari, kita sering
terikat oleh kebiasaan pribadi dan pikiran menipu kita untuk memiliki
pemikiran obsesif yang membuat sulit bagi kita untuk membagi kasih kita.
Tetapi, jika kita bersiap untuk bertindak saat diperlukan, pikiran kita
akan senantiasa senada dengan ajaran Guru dan kita akan terisi dengan
kesadaran akan cinta dan kasih sayang. Seperti yang dikatakan oleh Guru,
menolong orang lain berarti menolong diri sendiri, dan sebagai
tambahan, kita akan mendapatkan bahwa berkah untuk orang lain adalah
juga berkah bagi kita.
Anggota Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai yang
melakukan kegiatan penyelamatan setelah terjadinya Bencana Angin Topan
Maemi
Pengeluaran untuk
Kegiatan Penyelamatan Korea
oleh
Maha Guru Ching Hai
|
Perincian
Barang
|
Jumlah
(Won
Korea)
|
No. Kuitansi
|
|
Beras
|
10.328.100
|
1-7
|
|
Dana buat
orang-orang yang terkena musibah
|
1.700.000
|
8-13
|
|
Dana buat
petugas pemadam kebakaran yang terluka
|
8.000.000
|
14
|
|
Seprei
|
14.408.000
|
15-19
|
|
Kebutuhan
sehari-hari termasuk sabun, tisu, handuk dll.
|
3.074.850
|
20-24
|
|
Mi, biskuit
|
3.578.900
|
25-27
|
|
Pakaian dalam
|
6.020.000
|
28-32
|
|
Bumbu dapur
(merica, kecap, dll.)
|
451.840
|
33-34
|
|
Dos, amplop
|
232.000
|
35-39
|
|
Air, sewa
generator, gas
|
368.200
|
40-45
|
|
Kompor gas
portabel
|
129.800
|
46
|
|
Obat-obatan
|
350.000
|
47
|
|
Total 48.641.690
(Sekitar
42.300 dolar AS)
|
Sebuah Telaga Api dan Lautan Kasih
(Asal dalam Bahasa Inggris)
Pada tanggal 26 Oktober 2003 rangkaian kebakaran yang tak
terkendali mulai menyapu lebih dari 734.000 acre (1 acre = 0,4646 ha)
semak-semak dan tanah hutan di wilayah San Diego, San Bernardino, Los
Angeles, Ventura dan Riverside di California Selatan, membunuh lebih
dari dua puluh orang dan memusnahkan lebih dari 3.570 rumah. Ditengah
berlangsungnya kebakaran, sebuah surat kabar San Diego melaporkan, "Ini
adalah badai api yang terburuk yang menimpa daerah-daerah ini dalam tiga
puluh tiga tahun ini."
Saat kebakaran liar pertama kali terjadi, para inisiat San
Diego segera merundingkan tindakan apa yang dapat mereka lakukan untuk
membantu para korban. Pada mulanya mereka merencanakan untuk menyediakan
berbotol-botol air minum untuk pusat-pusat pengungsian daerah itu, namun
kemudian mereka menerima kabar dari pejabat setempat bahwa semua orang
harus tinggal di rumah, dan semua jalan bebas hambatan dan jalan raya
telah ditutup demi kelancaran pergerakan pasukan pemadam kebakaran dan
paramedis menuju tempat-tempat yang terkena kebakaran. Bahkan kendaraan
pelayanan pos pun tidak diizinkan beroperasi, yang berarti bahwa
sumbangan cek para inisiat tidak akan terkirim ke Palang Merah Amerika
sebagaimana telah mereka rencanakan!
Merasakan situasi yang mendesak itu, para inisiat mengerti
bahwa sesuatu harus segera dilakukan untuk para korban kebakaran, yang
untuk sementara waktu tinggal di pusat-pusat pengungsian. Maka, melalui
bimbingan batin dari Guru, mereka menyiapkan sandwich (roti isi)
vegetarian untuk diantarkan ke Stadion Qualcomm, pusat pengungsian
terbesar di San Diego, yang menampung lebih dari lima ribu pengungsi.
Para rekan inisiat dengan bahagia menerima tugas untuk pergi berbelanja
ham vegetarian, kecap, olesan sandwich, kantong sandwich dan roti. Lalu,
mereka dengan gembira menyiapkan sandwich di dapur kecil Center San
Diego.
Para inisiat kemudian mendapat kabar bahwa para pejabat tidak
mengizinkan untuk membawa sumbangan makanan ke pusat pengungsian. Tetapi
melalui kasih dan berkah Guru, dan dengan tetap memegang prinsip
berpikir positif dari Guru, mereka memutuskan untuk tetap meneruskan
proyek ini, dengan berkata, "Ya, kami akan kerjakan saja dan berdoa
kepada Guru untuk mohon bantuan." Maka, mereka pergi ke Stadion
Qualcomm dengan memakai rompi kuning dan hijau yang bertuliskan "Tim
Penolong Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai dari San Diego," dan
diantar melewati beberapa tempat pemeriksaan oleh pekerja penolong
lainnya dan penjaga keamanan di pusat pengungsian itu. Para
inisiat lalu ditunjukkan tempat untuk menurunkan makanan, dan pergi
menemui seorang wakil dari Palang Merah Amerika. Dia benar-benar
heran mengetahui bahwa para anggota Asosiasi telah datang membawa
sumbangan uang dan sandwich vegetarian untuk para pengungsi, dan
mengajukan beberapa pertanyaan tentang Asosiasi, dan dengan bahagia
mengucapkan terima kasih kepada para inisiat atas sumbangan mereka, dan
menambahkan, "Tolong sampaikan rasa terima kasih kami kepada Guru
kalian!"
Pada awal November, jumlah penduduk yang diungsikan di daerah
San Diego bertambah, dan puluhan ribu orang dipaksakan masuk ke dalam
pusat-pusat pengungsian. Mengingat kerugian dahsyat yang ditimbulkan
oleh kebakaran itu, maka para inisiat San Diego sependapat bahwa lebih
banyak lagi yang harus dilakukan. Didorong oleh email-email yang
bersimpati dan janji-janji bantuan keuangan dari center lainnya seperti
Oregon, Ohio, Illinois dan Indiana, kami berdoa kepada Guru untuk
memohon berkahNya sehingga kami dapat membawa lebih banyak kasih kepada
para korban kebakaran.
Kebanyakan pusat pengungsian sudah dibanjiri dengan sumbangan
barang dan hanya mau menerima sumbangan uang. Namun, para inisiat
menemukan sebuah tempat, Sekolah Menengah Valley Center (Valley Center
High School), yang masih menyambut baik sumbangan barang. Jadi, pada
hari Minggu, tanggal 2 November, mereka memuat berpak-pak kertas toilet
dan berpeti-peti air minum botolan ke atas truk sewaan, dan berangkat
menuju ke sekolah tersebut.
Sekolah Menengah Valley Center terletak kira-kira 55 mil di
sebelah utara dari San Diego Center dan kira-kira 40 mil di sebelah
selatan dari L.A. Center, di dalam kota Valley Center berada di dekat
daerah dimana salah satu dari tiga telaga api yang menakutkan itu, yaitu Paradise Fire, sedang
menyala. Dalam perjalanan, para inisiat melihat bentangan luas
dari lembah-lembah, bukit-bukit dan gunung-gunung yang berwarna hitam
dan abu-abu, sisa-sisa dari kobaran api yang menakutkan.
Di Sekolah Menengah tersebut, keluarga yang diungsikan
ditempatkan di gedung olah raga. Para inisiat disambut baik oleh seorang
wakil Palang Merah, yang membawa mereka berkeliling, dan memberi
kesempatan kepada regu TV Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai
dari Los Angeles untuk melakukan sebuah wawancara. Lalu, para
rekan inisiat cepat-cepat membawa sumbangan ke gudang dekat sana. Tanpa
membuang waktu, regu TV segera merekam kegiatan itu dan mewawancarai
para pekerja penolong, dan salah satu dari mereka megucapkan terima
kasih kepada Guru Ching Hai atas "karya kasih"-Nya.
"Terima kasih atas kebaikan Anda," jawab salah satu rekan
inisiat, "Penderitaan dari para korban kebakaran mengingatkan kami untuk
menyampaikan kasih dan belas kasih, yang Tuhan kehendaki agar umat
manusia menghargainya."
Atas nama Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai, para
inisiat San Diego menyerahkan cek sejumlah 4.000 dolar AS kepada
wakil-wakil dari Palang Merah Amerika (di sebelah kanan).
Kasih Guru Mengubah Energi dari sebuah Tempat Penampungan
Tunawisma
(Asal dalam Bahasa Inggris)
Hampir tujuh tahun yang lalu, para inisiat Center Ohio mulai
menyajikan makanan vegetarian pada hari raya di tempat penampungan
tunawisma Drop Inn, di Cincinnati, Ohio. Sewaktu pertama kali para
inisiat mengunjungi tempat itu, mereka memperhatikan bahwa para
penghuninya kelihatannya resah dan tertekan, dan lalu mendapat informasi
bahwa telah terjadi kecelakaan yang melibatkan salah satu tunawisma dan
staf tempat penampungan itu, dan setelah itu, timbul ketegangan antara
para penghuni dan staf. Karena itu, pada mulanya suasana
keseluruhan dari tempat itu sungguh suram. Namun demikian, para inisiat
tetap kembali setiap tahun untuk menyajikan makanan dan membagikan
hadiah-hadiah dan buku contoh Guru. Dengan berlalunya sang waktu, daya
berkah Guru melumerkan ketegangan di tempat penampungan itu, dan
lingkungannya menjadi semakin tenang dan lebih ramah. Selain itu, nama
Maha Guru Ching Hai menjadi dikenal dan dicintai oleh orang-orang di
tempat penampungan itu.
Pada tanggal 24 September 2003 malam, para inisiat dari Center
Ohio sekali lagi mengunjungi tempat penampungan Drop Inn, tetapi untuk
alasan yang berbeda dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya. Kali ini
mereka telah diundang sebagai tamu untuk sebuah jamuan makan malam dan
acara hiburan yang akan memberikan penghargaan kepada mereka yang telah
melayani tempat penampungan itu sebagai sukarelawan pada tahun
sebelumnya. Segera setelah para inisiat tiba di pintu, mereka disambut
dengan hangat oleh seorang penghuni yang berkata, "Saya bertanya-tanya
kapan kalian akan kembali. Saya sangat merindukan kalian!"
Setelah semua orang duduk, hadirin segera dikelilingi suara
musik merdu yang datang dari sebuah piano yang sudah usang, yang
dimainkan dengan sangat indah oleh salah seorang penghuni tunawisma.
Daftar lagunya meliputi segala macam musik dari musik pop hingga
nyanyian pujian spiritual. Saat ditanya dimana dia belajar main
piano demikian baik, dia menjawab bahwa dia diilhami oleh lagu-lagu
organ gereja dan mulai belajar sendiri dari buku-buku musik lama pada
usia tujuh tahun.
Lalu para inisiat dilayani makan malam dengan ramah, dan
setelah itu disajikan sebuah program hiburan yang dimainkan oleh para
penghuni yang berbakat. Mutu pertunjukan itu demikian profesional
sehingga para inisiat merasa mereka seolah-olah berada di ruang konser.
Contohnya, seorang pria yang kelihatan pemalu, muncul dengan sebuah
gitar dan duduk dengan patuh di hadapan para hadirin. Meskipun
penampilannya demikian, pada menit pertama jarinya menyentuh tali gitar,
nada-nadanya berdansa seolah-olah suara itu datang dari Surga.
Kelihatannya jiwanya telah rindu untuk pulang ke Rumah. Semua orang lalu
memberi tepuk tangan yang meriah atas permainannya yang cantik.
Kemudian seorang pria tua muncul dengan kursi rodanya dan
memainkan lagu pedalaman (country) yang mengharukan. Lirik lagunya
mengingatkan pada masa mudanya, dipenuhi dengan suasana alam dan
burung-burung yang mengepakkan sayapnya ke langit biru yang penuh
kedamaian. Seorang pria lain tampil menceritakan sebuah lelucon, yang
salah seorang anggota kami segera kenali sebagai lelucon yang pernah
diceritakan oleh Guru! (yaitu cerita tentang seorang pencuri dan seekor
anjing hitam besar bernama "Yesus"; silah lihat majalah News No. 128,
Guru Menceritakan Lelucon) Lelucon itu dibawakan dengan cara yang sangat
memikat, dan hadirin tertawa gembira, menciptakan suasana yang bahagia
di tempat penampungan itu.
Pada akhir program hiburan, para inisiat Center Ohio menerima
sebuah Sertifikat Penghargaan, yang diberikan kepada Asosiasi
Internasional Maha Guru Ching Hai. Para inisiat pulang dengan perasaan
istimewa dan sekaligus rendah hati saat menyadari bahwa mereka telah
menjadi tamu dari mereka yang punya sedikit kekayaan materi tetapi yang
telah dengan sepenuh hati memberikan segala yang dimilikinya untuk
melayani mereka secara berlimpah, dan mengadakan pertunjukan yang
memperlihatkan banyak bakat pemberian Tuhan.
Selama perjamuan malam di tempat penampungan tunawisma Drop
Inn, para inisiat Center Ohio memperhatikan bahwa suasana tempat
penampungan telah diubah oleh kasih Guru, membuat tempat itu menjadi
lebih menyenangkan bagi para tunawisma untuk tinggal. Saat bekerja di
tempat penampungan setiap tahun, para inisiat mendapat kesempatan untuk
menyaksikan sebuah contoh berkah Guru yang dicurahkan secara terus
menerus ke seluruh pelosok dunia. Semua orang di Dunia ini telah
diangkat oleh energi berkah Guru dan dengan demikian mendapat kesempatan
untuk semakin menyadari Rahmat Tuhan.
Para anggota Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai, para
penghuni dan staf penampungan tunawisma bersatu dalam kasih Guru.
Seorang staf penampungan Drop Inn meluangkan waktu untuk
menikmati buku contoh Guru.
Sertifikat Penghargaan yang dipersembahkan kepada Asosiasi
Internasional Maha Guru Ching Hai oleh tempat penampungan tunawisma Drop
Inn.
Pertunjukan berbakat dari penghuni tempat penampungan
mendapat tepuk tangan meriah.
Surat Penghargaan
Surat dari Gubernur Propinsi Kyungsangnamdo, Korea
(Asal dalam Bahasa Korea)
September 2003
Maha Guru Ching Hai yang terhormat,
Saya adalah Kim Hyuk-Gyu, Gubernur Propinsi Kyungsangnamdo.
Saya dengan tulus mengucapkan terima kasih kepada Anda atas bantuan
kepada para korban yang telah kehilangan anggota keluarga dan mata
pencaharian mereka akibat topan dahsyat yang melanda Korea baru-baru ini.
Topan ini menyebabkan kerusakan parah tetapi berkat sumbangan
dan pelayanan sukarela dari Asosiasi Anda, para korban banjir
mendapatkan dorongan untuk bangkit kembali, dan upaya pemulihan darurat
dapat dirampungkan lebih cepat daripada yang diperkirakan. Propinsi kami
akan berusaha sebaik-baiknya untuk menyelesaikan upaya pemulihan ini
secepat mungkin agar para korban dapat kembali menjalani kehidupan
normal. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada Anda atas
dukungan kepada para korban dan mengharapkan dorongan dan bantuan
berkelanjutan dari Anda dalam membangun propinsi kami.
Saya berharap agar semua upaya Asosiasi Anda dapat terpenuhi
sesuai harapan Anda.
Wassalam,
Kim Hyuk-Gyu, Gubernur Propinsi Kyungsangnamdo
Surat dari Walikota Dae Ji Myeon
(Asal dalam Bahasa Korea)
28 September 2003
Chung Chang-Ha yang terhormat,
Sebagai walikota yang mengepalai administrasi wilayah kita,
betapa saya amat menghargai pelayanan penuh pengabdian, baik dalam hal
materi maupun rohani, yang diberikan oleh Asosiasi Internasional Maha
Guru Ching Hai sewaktu Dae Ji Myeon menderita akibat bencana topan
baru-baru ini.
Berkat kepedulian dan bantuan Anda, upaya pemulihan
menunjukkan hasil yang menggembirakan. Saya berterima kasih atas bantuan
dan kebaikan Anda, tetapi terlebih lagi saya sangat tersentuh oleh surat
Anda baru-baru ini yang dikirimkan kepada kami.
Pada masa lalu saya sangat tidak tertarik dengan agama, tetapi
saya mulai belajar tentang agama Buddha satu atau dua tahun lalu.
Kemudian tatkala saya mengenal tentang Asosiasi SMCH, dalam sanubari
saya menyadari akan sesuatu yang baru. Saya pikir bahwa iman merupakan
hal yang amat berharga, tanpa menghiraukan agama seseorang, dan saya
percaya bahwa setiap orang lambat laun akan tiba pada Kebenaran yang
sama. Saya tidak beranggapan bahwa kita harus pergi ke gereja atau kuil
untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam kehidupan kita. Karena hidup
ini secara keseluruhan mencakup penderitaan, jalan pintas kepada
Kebenaran adalah latihan rohani yang sebenarnya dalam kehidupan
sehari-hari.
Saya ingin menyampaikan penghargaan saya kepada Anda dan para
anggota Asosiasi SMCH, yang dalam kehidupan nyata yang penuh
kekhawatiran dan penderitaan, menjalani latihan sejati, melakukan diet
vegetarian untuk menghargai kehidupan, dan yang terpenting, menerapkan
pengetahuan kedalam tindakan nyata. Orang-orang berkata bahwa seseorang
yang hanya berbicara tanpa bertindak adalah seperti kebun yang penuh
ditumbuhi rumput-rumput liar. Saya mengagumi jalan spiritual Anda untuk
menuju Kebenaran dan kebijaksanaan melalui tindakan nyata, tidak hanya
pengetahuan saja.
Dalam Injil Perjanjian Baru dikatakan bahwa kita seharusnya
saling mengasihi satu sama lain dan makan sayur-sayuran daripada
membenci satu sama lain dan makan daging. Saya merasa bahwa ajaran Maha
Guru Ching Hai berhubungan dengan ajaran Buddha dan Yesus. Mohon bantuan
dan nasehat bagi saya berkaitan dengan metode latihan rohani yang paling
cepat ini. Jika Anda bermeditasi dua jam setengah setiap hari, saya
pikir bahwa metode Anda pasti merupakan metode yang terbaik. Saya
berpkir bahwa ini merupakan pertalian yang amat berharga, yang dapat
memberikan kesempatan kepada saya untuk mencapai pencerahan.
Sekali lagi, saya sungguh menghargai bantuan dan pelayanan
Anda dan sungguh berharap agar Anda dan semua anggota Asosiasi selalu
dalam keadaan sehat dan baik.
Han Sam-Yoon, Walikota Dae Ji Myeon
Liputan Media
(Asal dalam Bahasa Korea)
Busanilbo, Halaman 30, 23 September 2003
Bantuan Dari Seberang Lautan Untuk Bencana Angin Topan
Pemimpin dari Asosiasi Meditasi Internasional, Maha Guru Ching
Hai, menyumbangkan 50.000 dolar AS untuk membantu korban bencana angin
topan di Korea
Upacara pemberian bantuan dana bagi lima orang anggota pemadam
kebakaran yang terluka diadakan di Pos Pemadam Kebakaran – Busan
Selatan. Asosiasi memberikan kebutuhan sehari-hari kepada para korban di
lokasi bencana, dan juga memberikan kontribusi kepada korban bencana
kereta bawah tanah Daegu.
Kasih yang menyeberangi lautan dalam bentuk bantuan kepada
korban angin Topan Maemi telah menyentuh hati semua orang.
Pada tanggal 22 September 2003, pukul 2 siang, di Pos Pemadam
Kebakaran Busan Selatan diadakan acara pemberian dana bantuan kepada
lima orang anggota pemadam yang terluka oleh organisasi meditasi yang
bernama Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai. Jumlah yang
disumbangkan sebesar 8 Juta Won (7.272 dolar AS).
Begitu mendengar tentang bencana angin topan serius yang
terjadi di Korea, pada tanggal 13 September, satu hari setelah bencana,
Maha Guru Ching Hai mengirimkan uang sejumlah 50.000 dolar AS ke Center
Youngdong dari Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai. Dengan dana
tersebut, anggota Asosiasi di Korea melaksanakan aktivitas bantuan
material dan spiritual, seperti memberikan bahan-bahan kebutuhan dan
membantu memperbaiki area yang rusak karena angin topan.
"Maha Guru Ching Hai segera mengirim uang kepada kami sehari
setelah bencana terjadi,” kata Jung Chang-Ha yang mewakili Asosiasi.
“Pada saat itu, bahkan tidak ada organisasi lain yang menerima bantuan."
Sebanyak 40.000 dari 50.000 dolar AS yang diberikan Maha Guru
Ching Hai, digunakan untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras, mi,
seprei, pakaian dan obat-obatan. Asosiasi mengirim barang-barang
tersebut ke area bencana seperti Sancheong-gun, Changnyung-gun dan
Euryung-gun di Provinsi Kyungsangnam-do, Pulau Gadukdo dari Kota Busan,
Kota Samcheok, dan Kota Taebaek.
"Anggota kami memberitahukan bahwa suhu udara sangat rendah
dan korban banjir di Cheolam –Taebaek, menderita kedinginan. Karena
itu, kami bergegas membeli pakaian dan mengirimnya ke daerah
tersebut,” jelas seorang anggota Asosiasi.
Disamping memberikan bantuan material, sekitar 120 anggota
Asosiasi dari seluruh Korea juga membantu dalam upaya pemulihan Pulau
Gadukdo pada tanggal 20 September, dan daerah Woopo di Changnyung-gun
pada tanggal 21 September. Sebelum upaya bantuan angin Topan Maemi ini,
Asosiasi pernah memberi bantuan kepada korban bencana keruntuhan yang
terjadi di Sampoong Departement Store pada tahun 1995 dan kepada korban
bencana kereta bawah tanah Daegu awal tahun ini.
Beberapa tahun yang lalu, sesuai instruksi Maha Guru Ching
Hai, tim bantuan bencana alam telah dibentuk oleh center-center Asosiasi
di berbagai negara, dan telah mempunyai peranan penting dalam upaya
bantuan bencana yang terjadi di seluruh dunia. Jung Chang-Ha berkata
bahwa di Formosa, pusat dari Asosiasi ini, tim penanggulangan bencana
bahkan dilengkapi dengan kendaraan amfibi.
Sewaktu muda, Maha Guru Ching Hai, yang merupakan orang Au
Lac, telah melakukan pelayanan sukarela bagi Palang Merah Jerman. Lalu,
Ia melepaskan keduniawian, melakukan perjalanan ke Tibet dan India dan
menjadi tercerahkan sepenuhnya di Himalaya. Saat ini pusat meditasi yang
menyebarkan ajaranNya, terdapat kira-kira di 67 negara di seluruh dunia.
Catatan: Gelar “Maha Guru”
menunjuk pada Guru yang tercerahkan seutuhnya. Reporter Park Gi-Beom
Atas nama Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai, Jung
Chang-Ha memberikan dana bantuan kepada anggota pemadam kebakaran yang
terluka.
Reporter Jung Dae-Hyun
Jurnal Era Cyber
Berbagi Kasih Guru yang Tanpa Batas melalui Radio di Jaringan
Internet
oleh Radio dan Tim Web San Jose, California, Amerika Serikat
(Asal dalam Bahasa Inggris)
Terdapat sekitar 80 juta penduduk pribumi Aulac (Vietnam)
tinggal di Vietnam, dan sekitar 2 juta lainnya yang berbahasa Aulac,
tersebar di seluruh belahan dunia lain. Terinspirasi oleh pendengar yang
begitu banyak, Radio dan Tim Web Aulac di Center San Jose bekerja sama
untuk berbagi pesan Guru melalui program radio tiga kali seminggu, dan
melalui situs web berikut dengan akses 24 jam-dalam-sehari:
http://www.CauThongVoiThuongDe.com (Cau Thong Voi Thuong De
berarti ‘Kontak Langsung Tuhan' dalam bahasa Aulac).
Situs populer ini menyajikan sampel lengkap ajaran Guru dalam
bahasa Aulac dalam format Audio, dan mendapat sekitar 4000 kunjungan
setiap bulannya dari pemakai di Afrika, Au Lac, Australia, Austria,
Kanada, Cina, Denmark, Perancis, Jerman, Hongkong, Polandia, Norwegia,
Swedia, Belanda, dan Amerika Serikat. Karena akses melalui Internet
semakin umum di Au Lac, orang-orang dari berbagai penjuru dunia telah
dapat memetik manfaat dari informasi berharga mengenai Metoda Quan Yin
yang diajarkan Guru kepada kita.
Seperti tertulis dalam buku tamu pada situs dan juga melalui
email, beberapa pengunjung mengungkapkan penghargaan yang mendalam
kepada Guru atas kasihNya yang tanpa batas dan juga ajaranNya yang
begitu berharga.
Misalnya, Tuan Due Nguyen, seorang pelajar muda perancang
grafis dan juga pendengar setia radio, baru-baru ini mengirimkan kami
gambar untuk dihadiahkan kepada Guru. Lukisannya yang berjudul Philosophers (Ahli Filsafat),
berdasarkan gambar terkenal “The School of Athens (Sekolah Athena)”,
yang dilukis oleh Raphael, seorang pelukis Renaisans dari Italia pada
abad ke-16. Subyek utama dari sketsa Tuan Nguyen adalah
Aristoteles, Buddha Shakyamuni dan Lao Tzu. Tuan Nguyen menjelaskan
bahwa simbol yang berada pada bagian atas lukisannya merupakan simbol
untuk Tuhan, yang dapat diinterpretasikan sebagai Trinitas dalam
agama Kristen, Hakikat Kebuddhaan, Tao, Brahma dalam agama Hindu atau
Allah dalam agama Islam. Tuan Nguyen juga mengatakan bahwa lukisan itu
didedikasikan untuk Guru Ching Hai. Ketika ditanyakan, kenapa dia
menyukai program radio dan situs web ini, artis muda ini menjawab bahwa
dia tertarik akan rasa humor Guru, dan dengan demikian merasakan
“semacam keakraban dan pertalian” denganNya.
Jadi, melalui berkah Guru yang tanpa batas dan alat–alat
modern untuk penyiaran radio dan Internet, semakin banyak orang Aulac
dapat mempelajari ajaran Guru dan tersentuh oleh kasihNya yang tanpa
pamrih.
Center di berbagai penjuru dunia yang ingin berbagi ajaran
Guru kepada komunitas setempat melalui penyiaran radio dalam bahasa
Aulac, dapat menghubungi RadioAulac@yahoo.com untuk dukungan
teknis. Saat ini, Radio dan Tim Web San Jose telah bekerja sama dengan
para saudara dan saudari dari Texas, Florida dan Kanada untuk menyiarkan
ajaran Guru melalui 6 stasiun radio lagi di luar California.
Puisi
Guru! Engkau adalah Lautan Kasih
- Dipersembahkan kepada Maha
Guru Ching Hai yang kukasihi
oleh saudari inisiat Duong Thi Sanh,,
Sydney, Australia (asal dalam Bahasa Inggris)
Guruku yang mulia, yang terkasih,
Kata-kata tidak dapat mengungkapkan betapa aku
mengasihiMu!
Aku adalah anakMu yang mengembara.
Engkaulah yang menyelamatkan hidupku!
Guruku yang mulia, yang terkasih,
Betapa menakjubkan kasihMu!
Senantiasa melindungiku dari bahaya,
Menolongku terbebas di saat aku meninggal.
Setiap kali Engkau menjelma,
Cahaya seputih-salju muncul,
Lautan Kasih bergulung-gulung,
Angin kencang dan pasang laut meninggi.
Setiap kali Engkau menjelma,
Musik surgawi menetes perlahan,
Dan suara nyaring lonceng gereja berdentang -
Perlahan, tetapi penuh riang.
Suara itu sungguh suatu keajaiban,
Membersihkan kehidupan batin,
Melimpahkan kedamaian dan kebahagiaan,
Mengusir segala penderitaan.
Setiap tahun, pada hari Ching Hai
Kami, murid-muridMu,
Dengan gembira mensyukuri pahalaMu yang agung.
Kami berdoa dengan tulus agar Tuhan memberkatiMu,
Agar Engkau selalu sehat, berbahagia,
Selamanya di Bumi,
Menolong kami agar terbebas dari lingkaran
kelahiran kembali.
Terima kasih, Guru – Aku sungguh mengasihiMu!
|